Bunda Ratu Satiyem Waktu Di Bawaslu Banyuwangi
Bunda Ratu Satiyem Waktu Di Bawaslu Banyuwangi

Sebelum dinyatakan positif Covid-19, Bunda Ratu sempat mendampingi suami tercinta di tempat pengabdiannya sebagai aparat penegak hukum di Kota Udang, Sidoarjo. Tapi, kondisi sakit yang menimpa keduanya membuat mereka memutuskan  pulang ke Kota Gandrung. Di mana sang suami langsung berobat ke RS Al Huda Genteng.

Dari pemeriksaan awal, suami Bunda Ratu ditemukan pnemonia di paru-paru dan membuatnya wajib menjalani perawatan di ruang isolasi. Walau hasil Rapid test Kepala Pengadilan Negeri Sidoarjo non reaktif.

Baca Juga : Malu dengan Temannya, Kedua Kakak Beradik Putus Sekolah dan Memilih Bantu Orang Tua

Sedang Bunda Ratu yang juga sudah merasakan sakit pulang ke rumahnya di Bangorejo.

”Saya pulang dan begitu sampai di rumah, langsung meminta asisten rumah tangga membuatkan wedang bubuk uwuh. Bahkan terus minum dalam sehari 8 kali  karena makan sudah tidak ada rasa. Kemudian hidung tidak bisa mencium bau dan tidak bisa merasakan apapun,” jelasnya.

Selama tinggal di rumah yang sekaligus menjadi posko pemenangan pencalonan Bupati Banyuwagi, wanita yang mengawali karir sebagai pendidik tersebut dengan kesadaran pribadi melakukan isolasi mandiri dengan terus menerus mengkonsumsi wedang bubuk uwuh.

Setelah pihak RS Al Huda menyatakan suami Bunda Ratu positif Covid 19, dia diminta  agar menyusul ke rumah sakit. Dan sesuai standar operasional prosedur (SOP) penan5gan Covid 19, dokter menyatakan sebagai orang terdekat maka wajib melaksanakan program isolasi juga. 

“Apalagi hasil ronsen paru-paru saya juga terdeteksi ada pnemonia. Dan sampai akhirnya saya harus menerima kenyataan saat pihak rumah sakit menyatakan saya positif Covid 19 juga,” ujarnya.

Dinyatakan positif Covid-19, keduanya mencoba untuk tetap tenang, sabar, tabah dan tawakal, menerima hal itu.

“Alhamdulillah pada hari kedua isolasi mandiri, kondisi saya berangsur membaik. Lidah sudah mulai bisa merasakan rasa, hidung sudah mulai mencium bau, dan kondisi badan cenderung berangsur membaik. Namun masih tertinggal batuk-batuk kering,” ujar Bunda Ratu melalui pesan WhatsApp.

Bagi Bunda Ratu, awalnya begitu mendapat informasi belahan jiwanya  divonis Covid-19, dunia seolah gelap dan untuk beberapa saat semua seakan berhenti. 

Baca Juga : Sudah Gandeng 4 RS, Polisi Perbanyak Lagi Kerja Sama Tangani Korban Laka Lantas

Untuk sesaat dia terhenyak dengan pikiran yang kalut. Rasanya kedua kaki seperti  tanpa daya dan tenaga untuk menopang tubuhnya yang mulai limbung dan  terduduk di tempat tidur. Selanjutnya rasa sesak menyelimuti dada bahkan  sejenak  kehilangan akal sehat.

"Saya coba menarik nafas panjang lalu istighfar menyebut dan mengingat kebesaran Ilahi sampai mulai dapat berpikir jernih kembali. Selanjutnya mengambil wudu untuk menjalankan salat sunah. Lalu melakukan persiapan dan berbenah menuju RS Al Huda. Dalam pikiran saya  pasti terpapar covid juga, karena kemanapun  selalu bersama kecuali pas suami kerja di kantor,” jelasnya.

Sebagai seorang istri sepanjang perjalanan pikirannya fokus pada  suami. Muncul rasa takut belahan jiwanya tidak siap mental menerima kenyataan yang sama sekali tidak diduga. Dia mencoba menghibur dan menguatkan sang suami dengan memanfaatkan media WA untuk mengirim video lucu-lucu dengan harapan mampu mengalihkan perhatiannya agar tidak terlalu berpikir mendapat ujian terpapar Covid 19.