Istimewa dari Kontributor : Fathan Faris Saputro
Istimewa dari Kontributor : Fathan Faris Saputro

Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Solokuro sebagai organisasi otonom sudah sepantasnya mempunyai estafet kepemimpinan yang terus berlanjut dari satu periode ke periode selanjutnya sehingga organisasi tersebut tidak mati atau bisa dikatakan terputus. 

Pergantian periode ini biasanya disebut sebagai Musyawarah Ranting (Musyran), yaitu permusyawaratan tertinggi di tingkat ranting untuk mengganti kepemimpinan lama menjadi kepemimpinan baru yang dilaksanakan di akhir periode kepemimpinan lama. 

Baca Juga : Tanah Puskesmas Ngantang Diduga Bermasalah, Pemilik Tuntut Bupati Sanusi Minta Kejelasan

Dalam hal ini, di tengah pandemi covid-19, Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Solokuro mengadakan Musyawarah Ranting Pemuda Muhammadiyah Solokuro yang ke IX. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 2 Agustus 2020 bertempat di Aula Perguruan Muhammadiyah Solokuro. 

Acara yang bertema, “Menggembirakan Dakwah Islam” dihadiri oleh Bapak Muslihin (PRM Solokuro), Lukman Hakim (Kepala Desa Solokuro), Musa Kubuwono dan Yazidul Khoir (PCPM Solokuro) serta para peserta musyran.

Ketua Umum PRPM Solokuro Musair di akhir periodenya berharap agar kegiatan musyran ini bisa menjadikan kepemimpinan yang akan datang lebih baik dari periode sebelumnya dan bisa merealisasikan tema yang telah diusung untuk periode selanjutnya.

"Syukur Alhamdulillah, kita telah diberi kemampuan berkarya dan membuat sebuah prasasti sejarah perjuangan dan pengabdian, sehingga ada secercah harapan dari perjuangan dan pengabdian ini untuk kita petik di kemudian hari," kata pria yang biasa dipanggil kang Sair ini.

“Pada hari ini kami ingin terus meneguhkan dan terus menghadirkan tiga senjata utama kepada seluruh kader pemuda Muhammadiyah. Tiga senjata utama itu antara lain Tauhid yang murni ilmu yang tinggi dan amal yang banyak. Meminjam istilah lain HOS Tjokroaminoto bahwa seorang pemuda Islam dan kader Islam harus memiliki tiga ciri yaitu : Semurni-murninya Tauhid, setinggi-tingginya Ilmu dan sepintar-pintarnya Siasat,” ucapnya.

"Kami sangat yakin, bahwa apa yang kami lakukan selama kurun waktu ini masih jauh dari kesempurnaan. Sepenuhnya kami menyadari bahwa menjalankan roda organisasi Pemuda Muhammadiyah Ranting Solokuro, bukanlah persoalan semudah membalikkan telapak tangan. Berbagai hambatan dan rintangan selalu mengiringi gerak langkah kami secara silih berganti," imbuhnya.

Selanjutnya Alumni SMA Dr. Musta'in Romli Desa Payaman ini nenyampaikan, bahwa tidak ada kekuatan yang lebih dahsyat dan hebat dari kebersamaan, sinergi, kolektif dan koligial. 

“Maka di sinilah kami menimbang betapa pentingnya ikatan emosional itu harus terbangun. Perbedaan pandangan politik dan pilihan politik adalah persoalan yang lumrah dalam keberagaman. Namun lagi-lagi kami sampaikan rumah pengikat kita saat ini adalah Pemuda Muhammadiyah yang berada di bawah tenda besar persyarikatan Muhammadiyah, sebagai garda terdepan gerakan dakwah amar makruf nahi mungkar,” ucapnya.

Baca Juga : Polres Tulungagung Bidik Tiga Sasaran selama Dua Pekan Operasi Patuh Semeru 2020

Ali Mahfud yang tidak sempat ikut menghadiri MUSYRAN PRPM Solokuro saat dihubungi lewat WA berharap acara berjalan lancar sejuk dan demokratis sehingga menghasilkan keputusan-keputusan yang terbaik untuk kebaikan dan kemaslahatan semua.

“Saya berpesan agar pemuda Muhammadiyah benar-benar bisa dijadikan sebagai momentum untuk menempa dan meyiapkan diri sebagai kader, baik kader umat, bangsa lebih-lebih sebagai kader persyarikatan, karena Muhammadiyah ke depan akan menghadapi banyak tantangan yang tentu saja membutuhkan kesiapan yang cukup,” pungkas anggota DPR asli Solokuro.

Musyawarah ranting Pemuda Muhammadiyah Solokuro ini tidak lagi memilih ketua tapi sudah berganti memilih formatur sejak terjadi perubahan ad/art paska muktamar di Jogjakarta dengan terpilihnya Cak Nanto.

Lebih lanjut dari pantauan LamonganTIMES musyran ini berjalan mendahului musycab padahal musycab Solokuro belum terlaksana Ghozi PDPM Lamongan saat dihubungi LamonganTIMES melalui pesan singkat WA menyampaikan bahwa, seharusnya cabang dulu, tapi pada praktiknya ya ada yang ranting dulu.

"Asalkan diketahui pimpinan di atasnya dan dipersilahkan serta didukung dengan kehadiran PCPM, menjadi pertimbangan tersendiri," ujar pria yang di PDPM Lamongan saat ini menjabat wakil sekretaris buruh tani dan nelayan.

Kontributor : Fathan Faris Saputro dan Nu'man Suhadi