Suasana aktivitas pasar hewan Ngawi
Suasana aktivitas pasar hewan Ngawi

Menjelang perayaan hari raya Idul Adha 2020, para pedagang hewan kurban di pasar hewan Kandangan Ngawi (pasar Legi) mengeluh sepi pembeli. Mereka mengakui pandemi Covid-19 membawa dampak signifikan terhadap usaha jual beli hewan kurban. 

Ketika ditemui Ngawi Times saat menjajakan sapi di Pasar Legi, Rabu (29/07/2020) para pedagang umumnya mengakui penjualan ternak korban kali ini tak seramai tahun lalu, kendati lebaran tinggal menghitung hari. 

Baca Juga : Jelang Hari Raya Idul Adha 2020, Peternak Sapi di Sleman Sebut Penjualan Merosot Tajam

"Ndak seperti tahun lalu. Penjualan turun hingga 50 persen. Lantas bagaimana caranya bisa mengambil untung?" ungkap Yanto, pedang sapi asal Maospati Magetan. 

Adapun jenis sapi yang dijual, antara lain sapi Brahman, Limousin, Madura, Bali dan sapi PO. Sedangkan harga jual sapi kini kisaran Rp 17 juta hingga Rp 35 juta per ekor sesuai kondisi dan jenis sapi. 

Dampak Covid-19 Juga turut dirasa para calon pembeli. Umumnya mereka mengeluhkan harga sapi yang melambung tinggi hingga 30 persen. "Harga sapi per ekor kelawatan mahal" ujar Parlan calon pembeli asal Karang Asri, Ngawi. 

Sementara mengantisipasi penyebaran Covid-19, UPT Pasar Ngawi telah melakukan tindakan preventif dengan melakukan penyemprotan disinfektan pada setiap hewan maupun kendaraan pengangkut yang masuk ke pasar.

Baca Juga : Begini Alur Lelang Barang Rampasan, Semua Masyarakat Bisa Jadi Peserta Lelang

"Pencegahan dengan semprot disinfektan pada hewan dan kendaraan pengangkutnya" ungkap Endah Kepala UPT Pasar Ngawi kepada Ngawi Times.