TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan program lintas sektoral antara TNI dengan Departemen, Pemerintah Daerah dan Lembaga Pemerintah Non Departemen serta komponen lainnya, yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama dengan masyarakat, guna akselerasi kegiatan pembangunan di wilayah pedesaan, khususnya daerah 3T (tertinggal, terisolasi, terbelakang) termasuk wilayah perbatasan, serta daerah kumuh perkotaan.
Hal ini disampaikan Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Widodo Iryansyah S.Sos., M.M saat berkunjung ke lokasi program Tentara Manunggal Membanguan Desa (TMMD) ke-108 di desa Pandansari Kecamatan Senduro Lumajang, pada hari Senin (27/7).
Baca Juga : Sekolah Liburkan Agenda Qurban, Omset Pedagang Hewan Qurban Turun
Didampingi Bupati Lumajang Thoriqul Haq M.ML, wilayah program yang diresmikan berada di kawasan Desa Pandansari Kecamatan Senduro, Lumajang.
Hasil dari program tersebut berupa jalan rabat betok sepanjang sekitar 1,3 KM yang menghubungkan dua dusun terisolir yakni Dusun Gempol dan Dusun Pandansari, pembangunan Musholla dan renovasi salah satu rumah warga.
"Semoga TMMD ini bisa meningkatkan tingkat ekonomi warga desa Pandansari, karena pembangunan jalan dari program TMMD bisa mempersingkat jarak tempuh kurang lebih 8 km," kata Pangdam V Brawijaya.
Program di desa Pandansari dikerjakan oleh kurang lebih 105 anggota TNI yang merupakan gabungan dari Yonkaf Malang, Armed Jember dan Yonif 527 Lumajang.
Baca Juga : IPM Lumajang Tak Beranjak, Ini Pengamatan Agus Setiawan
Program TMMD ini kedepan akan terus digencarkan, tidak hanya di Jawa Timur, melainkan seluruh tanah air dan diharapkan masyarakat juga akan merasakan manfaatnya.