Kepala Dinsos-P3AP2KB, Penni Indriani (Hendra Saputra)
Kepala Dinsos-P3AP2KB, Penni Indriani (Hendra Saputra)

Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang terus memantau perkembangan Desaku Menanti. Hal itu dalam upaya memastikan warga yang telah dibina tidak kembali lagi ke jalanan dan bisa hidup normal.

Dengan harapan dan tujuan itu pula, pendampingan yang dilakukan Dinsos-P3AP2KB bagi Desaku Menanti terus dilakukan dan terlihat cukup baik. Hal itu dilihat dari pendampingan yang sudah sampai pada keturunan dari warga penghuni Desaku Menanti.

Baca Juga : Tingkat Kesadaran Masyarakat Kendor, Forkopimda Jember Gelar Patroli Berskala Besar

Kepala Dinsos-P3AP2KB, Penni Indriani mengatakan, bahwa pihaknya akan melihat bagaimana perkembangan eks para pekerja di jalanan baik itu ngamen, meminta-minta atau yang lainnya. Pun terkait generasi kedua dan seterusnya di Desa Menanti.

"Juga anak-anak dari keturunan warga Desaku Menanti. Karena bukan tidak mungkin anak-anak di sana juga ikut alur orang tuanya yang pernah menjadi penghuni jalanan dengan mencari uang di jalan raya," ucapnya.

Penni melanjutkan, untuk memastikan itu pula pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengawalan. Tentunya dengan melibatkan warga Desa Menanti dan elemen lainnya.

"Itu harus kita kawal bersama, agar anak bisa tumbuh kembang dan tidak terjadi penurunan seperti yang sudah dilakukan orang tuanya," ujarnya.

Pemantauan yang dilakukan oleh Dinsos-P3AP2KB, didasarkan pula kondisi yang masih terjadi di wilayahnya. Di mana sat ini di Kota Malang masih banyak orang tua yang 'menyuruh' anaknya untuk bekerja di jalanan. 

Faktor ekonomi memang selalu menjadi alasannya, namun jika sekelas anak kecil sudah turun ke jalan tentunya orang tua si anak tersebut memang harus bertanggung jawab, apalagi Kota Malang terkenal dengan sebutan Kota Pendidikan.

Baca Juga : Covid-19 Infeksi 248 Warga, Wali Kota Malang Gusar dan Prihatin

Karena itu, Penni berharap warga Desaku Menanti bisa segera pulih dan sadar bahwa bekerja di jalan bukan jalan terakhir.

"Kami harapkan juga mereka ke depan memiliki pekerjaan layak. Juga bisa sewa di rumah susun dan tidak kembali mengemis lagi," harapnya.