Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)..
Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)..

Dalam sebulan belakangan, jumlah kasus positif covid-19 di Kota Malang terus melonjak tinggi. Data hingga kemarin (Sabtu, 4/7/2020), total kasus mencapai angka 248.

Jumlah tersebut terbilang paling tinggi dibandingkan dua daerah lainnya di Malang Raya, yakni Kota Batu yang  mencapai 79 kasus dan Kabupaten Malang yang saat ini tercatat ada 236 kasus.

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, lonjakan kasus positif covid-19 yang terjadi saat ini, selain didominasi dari klaster keluarga, juga adamya warga yang melakukan swab mandiri yang dalam hal ini tidak terpantau.

Karena itu, sebagai upaya dalam menanggulangi penanganan percepatan covid-19, besok (Senin, 6/7/2020) rencananya Wali Kota Malang Sutiaji akan mrngempulkan pihak-pihak yang selama ini terlibat dalam penanganan covid-19. Mulai dari perwakilan puskesmas, direktur rumah sakit, hingga tim satgas covid-19 dari perguruan tinggi.

"Insya Allah kami juga ngundang Senin, itu kepala puskesmas, terus direktur rumah sakit, dan seluruh satgas dari perguruan tinggi, bisa kami libatkan semua untuk melakukan upaya bagaimana (menekan angka penyebaran kasus Covid-19)," ujarnya, Minggu (5/7/2020).

Menurut Sutiaji, jika fokus saat kasus covid-19 muncul di awal Maret 2020 lalu di Kota Malang, cakupannya lebih luas. Kali ini, Pemkot Malang akan lebih memperketat di masing-masing wilayah.

Itu menginga  progres penularan belakangan ini memang lebih didominasi dari klaster keluarga yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Mereka menularkan kepada anggota keluarga lainnya hingga ke tetangga sekitar.

"Sekarang fokus mitigasinya lebih ke bawah dan keluarga, ke RT ke RW untuk bagaimana penyebaran kasus ini tidak bisa masif dilakukan. Yang terjadi luapan banyak kemarin itu adalah klaster keluarga. Untuk itulah, klaster keluarga ini isolasi mandiri harus benar-benar kita kuatkan. Jangan sampai ada gampang isolasi mandiri," imbuhnya.

Dalam pertemuan besok itulah, akan dibahas bersama langkah apa saja yang perlu dilakukan semua pihak terkait dalam menanggulangi kasus covid-19 di Kota Malang. Sebab, jika tren lonjakan kasus saat ini tak hanya berasal dari OTG (orang tanpa gejala, melainkan juga ada dari kasus PDP (pasien dalam pengawasan) yang juga naik status menjadi terkonfirmasi positif covid-19.

"Jadi sekarang tren-nya itu ada dua arah iitu. Karena itu, nanti kita ingin PDP terpantau, kemudian seluruh lab yang melaksanakan swab mandiri dari masyarakat agar terpantau. Misal hari ini berapa sih yang mau swab, nanti kita akan punya treatment," ungkapnya.

Dengan sinergitas antara tim khusus satgas covid-19 dari perguruan tinggi bersama puskesmas setempat dan juga rumah sakit di Kota Malang, harapannya akan ada langkah antisipasi.

Semua data khususnya, kemungkinan ada penambahan jumlah kasus positif covid-19 di Kota Malang, sudah bisa terprediksi secara real time melalui masing-masing dashboard baik itu dari Pemkot Malang ataupun dari rumah sakit.

"Setelah itu, hari ini berapa yang swab di Kota Malang, kita sudah punya antisipasi. Hari ini kira-kira berapa yamg terkonfirmasi positif itu sudah bisa terketahui. Sehingga ini nanti akan ada pemantauan, dan harapan kami nanti real time di masing-masing dashbord dari pemerintah kota dan masing-masing rumah sakit," tandasnya.

Sebagai informasi, dari total 248 kasus positif covid-19 di Kota Malang saat ini, sebanyak 65 pasien sebelumnya telah dinyatakan sembuh. Kemudian 21 meninggal dunia, dan sisanya dalam tahap perawatan isolasi, baik itu mandiri di rumah ataupun di rumah sakit.