Suasana saat calon Mahasiswa Baru (Maba) melakukan cuci tangan sebelum menjalani UTBK di Universitas Brawijaya (UB) pagi ini (Minggu, 5/7). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Suasana saat calon Mahasiswa Baru (Maba) melakukan cuci tangan sebelum menjalani UTBK di Universitas Brawijaya (UB) pagi ini (Minggu, 5/7). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

Proses seleksi penerimaan mahasiswa baru (maba) melalui skema Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2020 yang dilaksanakan secara tatap muka di tengah pandemi Covid-19 secara resmi dimulai hari ini (Minggu, 5/7/2020).

Di Kota Malang, dua perguruan tinggi yakni Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM) secara serentak menggelar ujian tahap pertama sejak pagi tadi.

Baca Juga : BLT Dana Desa Diperpanjang Tiga Bulan, Nilainya Susut dari Rp 600 Ribu Tinggal Separo

Wali Kota Malang Sutiaji meninjau secara langsung pelaksanaan UTBK untuk memastikan semua aktivitas pelayanan bagi peserta tes UTBK benar-benar dijalankan sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Saya sebenarnya ngecek apa yang sudah disampaikan ke kami pada saat surat pengajuan itu sesuai pada kondisi di lapangan. Pelaksanaan UTBK itu mengedepankan protokol kesehatan (Covid-19)," ujarnya.

Sasaran yang dikunjungi pagi tadi di UB, yaitu Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Komputer (Filkom). Dari dua tempat pelaksanaan tes tersebut, Sutiaji menyebut secara konsep memang telah terpenuhi.

Meski demikian, Sutiaji menyebut bahwa ada beberapa hal yang tetap harus diperhatikan oleh panitia pelaksanaan tes.

"Di sini tadi saya temui hal-hal yang memang ada kekurangan dan sebagainya. Karena, yang namanya teori dengan praktek kan ndak sama. Ternyata tadi sy masuk di FK, yang jumlahnya ternyata ditata sudah bagus," imbuhnya.

Mulai dari peserta ujian saat akan naik lift telah ditata sedemikian rupa agar tak terjadi penumpukan. Begitu juga untuk ruang transit yang dianggap telah memenuhi standar untuk meminimalkan transmisi penularan virus.

"Saya bayangkan memang, naik lift itu gimana penumpukannya ternyata sana filterisasinya mulai begitu masuk ditata, ada ruang transit. Di ruang transit dia sudah tidak boleh membawa apa-apa ketika masuk ke ruang UTBK. Alhamdulillah sampai ke pulangnya juga demikian, shift-shift-an masuk ke lift itu bagaimana, artinya di FK tidak ada masalah," jelasnya.

Selanjutnya, untuk ruang tes berikutnya di Filkom ia masih menyoroti beberapa hal. Mulai kerumunan peserta yang melakukan cuci tangan, hingga keadaan di ruang transit dengan barang peserta yang masih terbawa.

Ia menyarankan, agar pelaksanaan bisa dijalankan dengan lebih terjaga jaraknya. Pun demikian berkaitan dengan barang bawaan peserta untuk sudah tidak diperbolehkan saat akan masuk ke area ruang tes.

Baca Juga : Kenakan Batik Merah dalam Pengukuhan AKD, Sanusi: Tak Ada Unsur Politik

Hal tersebut, dikhawatirkan akan memicu transmisi baru antar pergesekan barang dari peserta satu ke yang lainnya.

"Insya Allah nanti tahap berikutnya Pak Rektor sudah memerintahkan untuk anak yang masuk ke ruang UTBK sudah tak membawa barang. Khawatirnya ada transmisi antar barang, sehingga jangan sampai ada penumpukan. Cukup sampai di ruang transit, dikunci ndak usah dibawa ke dalam," tegasnya.

Yang juga disoroti, berkaitan dengan penyemprotan disinfektan untuk sterilisasi ruang tes. Menurutnya, dalam hal ini cukup dilakukan ketika proses pelaksanaan dalam satu hari telah berakhir.

Sebab, kondisi ruangan dianggap telah memenuhi standar yakni dengan jaga jarak minimal 1 meter telah terpenuhi.

"Setelah itu (terpakai) kan harus dilakukan penyemprotan, tapi karena tempatnya sudah jarak jauh saya mohon ndak usah dulu, jadi biar konsentrasinya ndak konsentrasi pakai sterilisasi. Sehingga nanti selesai baru disemprot biar tidak ada ketergesa-gesaan ketika melakukan sterilisasi itu," tandasnya.

Sejak pagi lalu lalang aktivitas peserta sudah dijaga ketat, mulai dari pintu masuk. Saat berada di kawasan gedung yang dipakai untuk tes pun peserta juga harus dilakukan pengetesan suhu badan dengan thermo gun, dan wajib melakukan cuci tangan yang telah dipersiapkan sebelum masuk ke ruang UTBK.

Sementara itu, Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS menyatakan jumlah pendaftar UTBK di UB sebanyak 19.000-an calon maba. Tahapan seleksi dimulai pada hari ini 5 Juli hingga 14 Juli 2020 mendatang.S etiap harinya terbagi dalam dua sesi, yakni pukul 09.00 pagi untuk tahap pertama, dan pukul 15.00 untuk tahap ke dua.

"Per sesinya calon mahasiswa memakai 1.090 unit PC. Lokasi tes kita bagi, ada yang di Filkom, Fia dan FK. Saran dari Pak Wali kita tindak lanjuti, jadi orang masuk harus di thermo gun sehingga aman, lalu cuci tangan, dan pakai sarung tangan. Nanti masuk ruang transit, barang tas ditaruh di situ," jelasnya.