Ilustrasi (Istimewa)
Ilustrasi (Istimewa)

Rasulullah SAW memiliki seorang sahabat yang dikenal dengan doanya yang sangat mustajabah. Tak satu pun doanya yang tak diijabah oleh Allah SWT. Sahabat itu adalah Saad bin Abi Waqash, pria yang telah masuk Islam sejak masih muda dan memiliki banyak amal ibadah.

Ustad Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, kisah mustajabahnya doa Saad adalah ketika Rasulullah SAW berdoa kepada Allah SWT agar setiap doa yang diucapkan Saad diijabah. Rasulullah SAW saat itu berkata, “Ya Allah, selalulah ijabah doa Saad.”

Baca Juga : Viral Aksi Warganet yang Sulap Gelang Emas Jadi Cantolan Masker: Orang Kaya Beda Yes!

Sejak saat itu, Saad dikenal sebagai sahabat yang doanya sangat mustajabah dan tak ada doa yang tak diijabah. Ulama percaya bahwa itu dikarenakan keyakinan Saad yang luar biasa kepada Allah SWT dan Islam.

Saad masuk Islam saat maaih muda dan begitu banyak amal saleh yang dia lakukan. Salah satu kisah mustajabahnya doa Saad adalah ketika Saad mendapatkan fitnah. Ketika itu, Saad ditunjuk Umar bin Khattab untuk menjadi pemimpin di Iraq. Hingga pada akhirnya Islam berkuasa dan menyentuh banyak suku.

Kebetulan, saat itu ada salah satu pemimpin suku yang tak menyukai Saad bin Abi Waqash. Alasannya adalah Saad telah masuk ke wilayah sukunya tersebut. Pemimpin suku itu diketahui bernama Utsamah bin Khatadah.

Utsamah yang tak menyukai Saad kemudian berkirim surat kepada Umar bin Khattab. Isi surat itu menceritakan sebuah kejelekan Saad yang salatnya tidak baik.

Maka saat itu, Umar mencopot jabatan Saad dan memintanya kembali ke Madinah. Sebagaimana kebiasaan di masa lalu dengan jarak yang jauh, ketika masyarakat mengeluhkan pemimpinnya, maka langkah pertama yang dilakukan adalah mencopot jabatan pemimpin tersebut, lalu menyelesaikan masalah yang ada.

Ketika bertemu Saad, Umar pun berkata, “Apakah benar engkau salatnya tak benar?”

Kemudian Saad menjawab, “Wahai Umar, engkau mengetahui bagaimana saya. Kita sama-sama masuk Islam. Bahkan saya lebih dulu masuk Islam daripada kamu. Saya adalah orang yang mengikuti salat Rasulullah SAW sebagaimana Rasulullah SAW di dua takaat pertama lebih panjang dibanding dua rakaat terakhir di Isya, di Duhur, di Asar. Begitu pula dengan dua rakaat Magrib dan satu rakaat terakhirnya. Dan saya sudah mengamalkan itu.”

Lalu Umar berkata, “Kamu pasti benar wahai Abu Ishaq. Tidak mungkin kamu salah.”

Baca Juga : Kisah Sahabat Rasulullah SAW yang Rela Kesakitan demi Melihat Malaikat

Lalu Umar pun mengirim orang untuk mendatangi semua orang di Iraq. Tak ada satu pun yang dilewatkan dan semua masjid menyampaikan kebaikan Saad.

Sampai pada akhirnya tiba di Masjid Bani Abs dan kebetulan Utsamah bin Khatandak adalah kepala suku di sana. Utsamah berkata, “Sesungguhnya jika engkau bertanya kepada kami tentang Saad, maka Saad itu tidak adil dan tidak baik.”

Utsamah menyampaikan keburukan dan utusan Umar kembali ke Madinah serta menyampaikan informasi tersebut kepada Umar, yang di sampingnya duduk Saad bin Waqash.

Saad yang mendengar itu berkata, “Ya Allah, kalau seandainya hamba-Mu (Utsamah) itu berdusta dan dia hanya mencari masalah serta menganggu kedudukan muslimin, maka aku memohon kepada-Mu ya Allah agar Engkau panjangkan umurnya dan engkau susahkan hidupnya dalam keadaan tua serta masukkan dalam hidupnya segala bentuk fitnah.”

Yang terjadi pada orang yang didoakan Saad tersebut di kemudian hari adalah hidup hingga usia hampir 100 tahun dan miskin. Yang awalnya merupakan kepala suku, Utsamah kemudian menjadi orang yang meminta-minta dan selalu mendapatkan fitnah. Dia pun selalu berkata, “Saya telah kena doanya Saad.”