Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A. atau lebih dikenal sebagai Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menceritakan, terdapat seorang pemuda yang amat jujur hidup di Makkah. 

Selain dikenal sebagai pemuda yang baik dan jujur, dia juga memiliki rasa iman yang sangat luar biasa.

Baca Juga : Setujui Usul JK, DMI Surabaya Ingin Salat Jumat Dua Gelombang

Suatu ketika, pemuda tersebut menemukan sebuah kantong yang di dalamnya berisi batu permata yang sangat berharga. 

Ketika membuka kantong dan melihat isinya yang amat berharga, pemuda itu lantas naik ke atas sebuah batu dan membuat pengumuman.

Pemuda itu berkata, "Wahai muslimin, telah aku temukan kantong berwarna biru. Apakah ada diantara kalian yang kehilangan kantong ini?,".

Pertanyaan itu diulang sang pemuda hingga 10 kali. 

Namun, tak ada satupun pedagang dan warga di Makkah yang maju ke hadapan pemuda tersebut untuk mengakui barang tersebut.

Pemuda itu kemudian membuat pengumuman agar siapapun yang mencari benda tersebut untuk diarahkan dan ditunjukkan rumahnya.

Tak lama, datang seorang kakek renta yang naik di atas batu yang sama. 

Kakek tersebut membuat pengumuman jika ia telah kehilangan kantong berwarna biru yang amat berharga baginya.

Dia pun menjanjikan uang senilai 500 dirham bagi siapapun yang berhasil menemukan kantong berharga tersebut.

Lalu datanglah seorang pedagang dan menyampaikan kepada si kakek jika sebelumnya ada seorang pemuda jujur yang membuat pengumuman atas barang berkantong biru tersebut.

Maka ditunjukkan dan diantarkan lah kakek tersebut ke rumah sang pemuda. Singkat cerita, keduanya saling bertemu.

Saat itu, sang pemuda menanyakan secara detail isi dari kantong yang dicari kakek tersebut. 

Sang kakek pun dapat memberi penjelasan secara rinci atas isi kantong biru.

Maka kantong beserta isinya diserahkan oleh pemuda dan sang kakek menyerahkan kantong dengan uang senilai 500 dirham.

Pemberian itu ditolak oleh sang pemuda. Karena pemuda tersebut berniat mengembalikan barang yang ia temukan tersebut tanpa adanya imbalan sama sekali.

Sempat terjadi tarik ulur antara keduanya. Sang kakek bersikeras ingin memberikan hadiah tersebut karena ia nilai itu adalah bentuk janjinya bagi yang menemukan. 

Namun dengan halus dan terus menerus, sang pemuda memilih menolaknya.

Pada akhirnya, sang kakek mengalah dengan membawa pulang permata juga uang imbalannya.

Pasca peristiwa itu, sang pemuda merasakan jika ia mengalami kesulitan hidup yang lebih dibanding sebelumnya. 

Sehingga, ia memutuskan untuk melakukan perjalanan ke negeri lain dan mencari nafkah di sana.

Saat menaiki kapal laut, tiba-tiba saja kapal yang ia naiki tersebut diterjang ombak sangat besar. Sehingga membuat siapapun yang menaiki jatuh ke dalam air dan terseret ombak.

Baca Juga : Suka Berbagi dan Enggan Berselisih, Rasulullah SAW Sebut Orang Ini Sebaik-baiknya Lelaki

Namun pria tersebut berhasil selamat lantaran berpegang pada sebuah papan kayu. Hingga pada akhirnya dia terdampak di sebuah pulau yang sama sekali tak ia ketahui namanya.

Dia masuk ke dalam pulau tersebut, dan menemukan sebuah masjid. Maka ia masuk dan berisitirahat di sana. Hingga masuk pada waktu salat, ia tak menemui seseorang yang datang.

Kemudian pemuda tersebut memutuskan untuk adzan, dan datanglah penduduk pulau untuk melakukan salat berjamaah.

Pasca melakukan salat berjamaah, masyarakat bertanya mengapa sang pemuda tersebut bisa sampai di sana. 

Maka sang pemuda menceritakan secara rinci perjalanannya hingga terdampar di pulau asing itu.

Penduduk setempat kemudian bercerita jika mereka baru saja kehilangan pemimpin dan pemuka agama. Sehingga salat berjamaah di masjid absen dilaksanakan selama beberapa hari.

Penduduk setempat kemudian meminta agar pemuda itu tinggal dan menjadi imam di sana. Sang pemuda kemudian menerima permintaan penduduk dan mengajarkan cara mengaji hingga beribadah.

Tak lama, penduduk setempat meminta agar sang pemuda menikah dengan anak orang terbaik di pulau tersebut. 

Awalnya sang pemuda menolak, namun karena desakan yang terus menerus, maka ia menyetujuinya.

Sang pemuda itu kemudian ditemukan dengan perempuan yang dimaksud. Dalam pertemuan itu, sang perempuan membuka cadar dan menunjukkan kecantikannya yang luar biasa.

Namun sang pemuda tak tertarik sama sekali dengan perempuan itu lantaran dia melihat kalung permata yang dikenakan si perempuan di lehernya.

Karena perhiasan yang dipakai sama persis dengan yang ia temukan di Makkah beberapa saat sebelumnya. Sehingga itu membuatnya tak tertarik lagi.

Penduduk setempat pun marah dan menyebut pemuda tersebut zalim, karena hanya melihat perhiasan yang dikenakan perempuan itu.

Lalu sang pemuda menceritakan kisahnya tersebut kepada penduduk setempat. Betapa kagetnya mereka dengan kisah dari si pemuda.

Penduduk pulau itu kemudian menyampaikan jika kakek yang ditemui pemuda tersebut adalah ayah dari perempuan tersebut, dan merupakan pemimpin wilayah yang baru saja meninggal dunia.

Mereka juga menceritakan jika sebelum meninggal dunia, sang pemimpin menyampaikan keinginannya untuk menjodohkan anaknya dengan pemuda asal Makkah yang sangat jujur.

Maka pada akhirnya, pemuda tersebut menikah dengan perempuan terbaik dari pulau itu. 

Keduanya dikaruniai dua orang anak dan tak lama istrinya pun meninggal dunia. Kemudian ke dua anaknya juga meninggal dunia. 

Pemuda itu kemudian ditinggalkan anak dan istrinya dan hanya bersama permata yang ia temukan di Makkah.