Wisatawan terlihat bermasker saat sedang berswafoto di dalam lokasi wisata Banyu Mili. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Wisatawan terlihat bermasker saat sedang berswafoto di dalam lokasi wisata Banyu Mili. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Salah satu objek wisata di Kabupaten Jombang mulai mempersiapkan pola new normal life atau kehidupan normal baru. 

Penerapan new normal ini untuk mengawali dibukanya objek wisata setelah tutup di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga : Ribuan Pengunjung Padati Wisata Percontohan, Wisatawan Banyak yang Tak Pakai Masker

Objek wisata yang mulai mempersiapkan pola new normal ini adalah wisata Banyu Mili yang berlokasi di Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Jombang. 

Untuk persiapan menuju era new normal, seluruh karyawan diwajibkan mengenakan alat pelindung diri berupa masker, face shield atau pelindung wajah dan sarung tangan.

Sejumlah perangkat protokol kesehatan seperti alat pengukur suhu tubuh berupa thermo gun, tempat cuci tangan hingga hand sanitizer juga disiapkan oleh pengelola wisata untuk para pengunjung. 

Pengelola wisata juga menyiapkan cek point di depan pintu masuk wisata.

Setiap pengunjung yang datang dilakukan pengecekan suhu tubuh dengan alat thermo gun. 

Pengunjung diwajibkan memakai masker dan diminta mencuci tangan setelah melalui pengecekan suhu tubuh. 

Di dalam lokasi wisata, pengunjung juga diminta tertib untuk menjaga jarak aman.

Pengelola wisata Banyu Mili Hendro Kristiyanto mengatakan, wisata yang dikelolanya baru dibuka kembali hari ini setelah sebelumnya tutup selama 4 bulan karena masa pandemi Covid-19. 

Untuk mengawalinya, ia mencoba menerapkan pola new normal sebatas yang ia tahu. 

"Memang ita mulai untuk transisi new normal ini. Tapi ini sebatas lebih ke evaluasi. Jadi kita memang banyak kekurangan terkait protokol kesehatan kita lebih ke evaluasi," ujarnya di lokasi wisata Banyu Mili, Sabtu (20/6).

Hendro mengaku, belum berkoordinasi dengan pihan Pemkab Jombang terkait pembukaan objek wisatanya tersebut, begitu pula dengan protokol kesehatan yang ia terapkan. 

Hanya saja, ia akan menaati arahan dari pemerintah bilamana dalam penerapan protokol kesehatan di objek wisata Banyu Mili dianggap salah.

Baca Juga : Pengelola Coban Rondo Kirim Kesiapan Beroperasi, Tim Disparbud Siap Cek Lokasi

"Kita belum ada koordinasi resmi ke dinas. Akan tetapi kita lebih ke evaluasi dan kita persiapan (new normal, red). Dan bila nanti ada yang kurang berkenan terkait protokol kesehatan, kita siap mengikuti arahan dari dinas terkait," tandasnya.

Dikatakan Hendro, wisata Banyu Mili ini terpaksa dibuka karena banyak dorongan dari karyawan dan para pelaku UMKM yang menitipkan produknya di lokasi wisata. 

Sedikitnya ada 20 karyawan berasal dari warga sekitar yang menggantung hidupnya di wisata tersebut.

"Dibuka karena urusan ekonomi. Penyerapan karyawan kita sekitar 20 orang, belum lagi produk-produk UMKM. Mereka pada mengeluh," kata Hendro.

Sementara, penerapan pola new normal di objek wisata cukup diapresiasi oleh para wisatawan yang berkunjung. 

Dengan protokol kesehatan yang disiapkan, dirasa nyaman oleh wisatawan di situasi pandemi Covid-19 ini.

Seperti yang dirasakan oleh Hendrik (34), wisatawan asal Kecamatan Kabuh, Jombang. 

Hendrik yang datang bersama keluarganya itu, juga membekali dirinya dengan masker dan hand sanitizer untuk menghindari potensi penyebaran Covid-19.

"Petugasnya tadi juga menggunakan face shield, juga menggunakan masker dan pakai sarung tangan. Itu semuanya untuk kenyamanan pengunjung, untuk menghindari Covid-19," pungkasnya.(*)