Masker kini menjadi salah satu senjata utama melawan virus penyebab penyakit Covid-19.
Beragam jenis masker pun bermunculan di pasaran sebagai upaya untuk memutus rantai virus asal Wuhan, China itu.
Baca Juga : Sempurnakan Treatment Herbal, Puskesmas di Kota Malang Kembali Dilibatkan
Kali ini, giliran Israel yang diketahui telah menciptakan inovasi baru untuk mencegah Covid-19.
Dilansir melalui Asia One, peneliti Israel mengklaim telah menemukan masker wajah yang bisa dikenakan kembali.
Masker tersebut disebutkan bisa membunuh virus Covid-19 dengan panas yang dihantarkan melalui pengisi daya ponsel.
Membutuhkan waktu 30 menit untuk bisa membersihkan virus tersebut.
Namun, pengguna tidak boleh memakainya saat pengisi daya sedang berlangsung.
Dikatakan oleh pengembang penelitian ini, Profesor Yaur Ein Eli masker ini memiliki port USB dengan listrik, melalui charger ponsel android.
Pria selaku Kepala Peneliti Technion University Haifa itu juga menjelaskan jika daya tersebut akan memanaskan lapisan serat karbon hingga 70 derajat celcius.
Tentunya dengan suhu tersebut cukup tinggi untuk bisa membunuh virus.

Ein Eli lebih lanjut menjelaskan jika permintaan masker sekali pakai memang melonjak.
Baca Juga : Jejak Perjalanan Pegawai Bank Positif Covid-19 dan Tulari 13 Orang Lainnya di Tulungagung
Kendati demikian masker tersebut tidak ramah lingkungan terlebih di masa pandemi ini.
"Anda harus membuatnya bisa digunakan kembali dan ramah lingkungan, dan ini adalah solusi dari kami," ujar Ein Eli.
Jika dilihat masker tersebut sekilas mirip dengan masker N95 yang beredar di pasaran.
Bedanya, masker elektrik ini memiliki katup di bagian depan dan karet sebagi pengait di kepala.
Sementara disebutkan jika peneliti sudah mengajukan hak paten masker elektrik ini di Amerika Serikat.
Rencananya, masker ini akan dijual dengan harga 1 dollar atau senilai Rp 14 ribu.