free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Kesehatan

Jejak Perjalanan Pegawai Bank Positif Covid-19 dan Tulari 13 Orang Lainnya di Tulungagung

Penulis : Joko Pramono - Editor : Dede Nana

17 - Jun - 2020, 21:21

Loading Placeholder
Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Tulungagung, Galih Nusantoro (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Satu karyawan sebuah bank BUMN menjadi klaster baru penularan Covid-19 di Tulungagung. Dari 1 karyawan bank berinisial FW itu telah menularkan ke 13 orang lainnya, termasuk rekan kerja dan nasabahnya. FW diketahui bekerja sebagai marketing yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

"Ada temuan dari BUMN karyawannya positif 1, yang bersangkutan merupakan PPDT (pelaku perjalanan daerah transmisi)," ujar Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro, Rabu (17/6/2020) siang.

Baca Juga : Update Covid-19 Tulungagung: Total 175 Positif, Terbaru Ada Pegawai Bank Tulari 13 Orang

FW sempat melakukan perjalanan dari Surabaya beberapa waktu lalu. Saat tiba di Tulungagung, FW sudah melakukan aktivitas kerja seperti biasanya. Namun FW sempat izin tidak masuk kerja dengan alasan sakit. Saat kerja, FW sudah menemui puluhan orang di wilayah Tulungagung.

"FW menemui banyak orang dan kita lakukan tracing. Hasil tracing sudah kita tes. Dari 51 rapid dan dilanjutkan dengan swab, hasilnya 13 positif tersebar ke banyak kecamatan," terangnya.

Untuk yang positif sudah dilakukan karantina di rusunawa IAIN Tulungagung, sedang untuk karyawan sekantor FW dikarantina di sebuah hotel di Tulungagung. Karantina di hotel ini berdasarkan permintaan dari manajemen BUMN tempat FW bekerja.

Dari rekan FW sendiri ada sekitar 13 orang yang dikarantina, termasuk 1 teller (kasir) keliling dan Kepala Unit di mana FW berkantor.

"Ke 13 pekerja, termasuk Ka Unit nya sudah dikarantina di hotel," ujarnya.

Galih melanjutkan permintaan karantina di hotel atas dasar permintaan internal BUMN tersebut. Selama karantina juga diawasi oleh GTPP Covid-19 yang ada di wilayah tersebut. Pengawasan meliputi keseharian selama di karantina, termasuk penyajian makanan menggunakan alat sekali pakai. Tidak kontak dengan pasien ataupun tidak menggunakan alat secara berulang.

Baca Juga : Pemkot Kediri Kumpulkan Pemilik Hotel, Ini Hasil yang Wajib Ditaati Pemilik Usaha

"Nanti petugas kesehatan kita akan melakukan pendampingan, termasuk cara penyajian makanan," ujarnya yang juga menyebutkan untuk keperluan sehari-hari ditanggung secara pribadi oleh internal BUMN, dikarenakan memilij karantina secara mandiri.

Sebagai informasi, kasus Covid-19 di Tulungagung hingga Selasa (16/6/2020) secara kumulatif mencapai 175 terkonfirmasi positif. 56 diantaranya sudah dinyatakan sembuh.

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Joko Pramono

Editor

Dede Nana

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan

--- Iklan Sponsor ---