free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pendidikan

Pesantren Tebuireng Jombang Siapkan Skema Kembalinya Santri ke Pondok

Penulis : Adi Rosul - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

17 - Jun - 2020, 23:33

Loading Placeholder
PP Tebuireng Jombang tampak dari depan. (Foto: Adi Rosul/ JombangTIMES)

Pondok Pesantren Tebuireng Jombang akan kembali membuka aktivitas belajar mengajar para santrinya. Kembalinya ribuan santri PP Tebuireng ini akan dilakukan secara bertahap. Santri yang datang, nantinya juga akan dilakukan karantina terlebih dahulu.

Pengasuh PP Tebuireng Jombang KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menyampaikan, dari hasil rapat pengurus pondok diputuskan bahwa santri akan kembali ke pondok secara bertahap. Dari total 3.881 santri mukim, nantinya sebanyak 1.176 santri yang akan mengawali masuk ke pesantren Tebuireng yang berlokasi di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang.

Baca Juga : Seleksi Jalur Prestasi dan Hafiz Al-Qur'an UIN Malang Berlangsung, Peluang Diterima 1:4

Mereka adalah para santri yang duduk di bangku kelas 3 SMP maupun SMA di lingkungan pendidikan PP Tebuireng. "Kemarin itu kesimpulannya akan mengundang dulu santri kelas 3, totalnya itu 44 persen (dari total santri di PP Tebuireng, red). Jadi 1.176 santri kita undang dulu, nah kita fokus yang itu dulu," terangnya kepada wartawan di PP Tebuireng Jombang, (17/6).

Dikatakan Gus Kikin, pihak pondok belum bisa memastikan kapan para santri ini bisa kembali berkegiatan di pesantren yang didirikan oleh KH Hasyim Asy'ari tersebut. Hanya saja ia berharap, di awal bulan Juli nanti semua santri sudah bisa berada di PP Tebuireng.

"Kita tidak menargetkan tanggal, tapi yang utama itu bagaimana kesehatan menjadi prioritas utama. Semua proses itu kita harus mengikuti protokol kesehatan, sehingga kalau ada keterlambatan gak apa-apa tetap kita jalankan. Artinya bahwa memang ini kita berniat untuk bagaimana caranya kita memulai kegiatan di pondok pesantren ini, tapi kita tetap mematuhi protokol kesehatan. Mudah-mudahan di awal Juli itu paling tidak (santri, red) sudah sampai di sini (PP Tebuireng, red)," kata Gus Kikin.

Para santri yang datang ke pondok nantinya akan diberlakukan protokol kesehatan secara ketat untuk memutus potensi penyebaran Covid-19. Santri yang datang akan terlebih dahulu diisolasi 14 hari di gedung Universitas Hasyim Asy'ari dan Ma'had Aly. Di hari ke sepuluh, lanjut Gus Kikin, para santri akan diminta menjalani rapid test untuk mengetahui kondisi kesehatan santri.

"Itu pun sampai di sini, kita proses juga dengan isolasi, itu juga kita rapid test. Begitu sampai di sini itu isolasi dua minggu, di hari ke sepuluh kita rapid test. Kemudian baru nanti kalau bagus baru masuk ke pondok," tandasnya.

Baca Juga : Bupati Malang Klaim Ratusan Ponpes Sudah Terapkan Pesantren Tangguh

Sementara, skema kedatangan ribuan santri ini sudah diatur oleh para pengurus PP Tebuireng. Para wali santri yang mengantar, akan dipusatkan di parkiran terminal kawasan wisata religi makam Gus Dur di sisi barat PP Tebuireng. Keluarga santri tidak diperkenankan ikut memasuki lingkungan pesantren, untuk menghindari timbulnya kerumunan.

"Nanti masuknya lewat pintu di belakang pondok. Jadi nanti santri masuk tidak didampingi wali santri," tambah Gus Kikin.

"Kami juga akan siapkan Puskestren sebagai tempat perawatan kesehatan. Saat santri sudah kembali ke pondok, akan diberlakukan aturan-aturan ketat untuk memenuhi protokol kesehatan," sambungnya.(*)


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Adi Rosul

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan

--- Iklan Sponsor ---