Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan tahun ajaran tahun 2020/2021 dimulai pada Juli mendatang.

Namun, pelaksanaan sistem belajar mengajar di sekolah secara tatap muka di tengah pandemi Covid-19 belum diperbolehkan di semua wilayah.

Baca Juga : Daftar 92 Wilayah Zona Hijau Covid-19, Sekolah-Sekolah Dibuka Juli 2020

Artinya, hanya diizinkan untuk dilaksanakan bagi wilayah di Indonesia yang berstatus zona hijau. Sementara, untuk wilayah yang masih berstatus kuning, oranye, hingga merah belum diperkenankan untuk melangsungkan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, pada dasarnya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyadari jika kondisi wilayahnya belum masuk kategori status zona hijau.

Karenanya, untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di tahun ajaran baru tersebut masih tetap akan diberlakukan di rumah saja secara daring.

"Tetap daring (pelaksanaan kegiatan belajar mengajar siswa siswi sekolah)," ujarnya saat ditemui awak media, Selasa (16/6/2020).

Ia menjelaskan, saat ini terkait status zona di Kota Malang bukanlah kewenangannya. Melainkan, ada tim ahli epidemiologi yang akan menentukan hal itu.

Namun, jika dalam suatu wilayah, misalnya satu kecamatan saja ada yang kedapatan terjangkit pasien Covid-19 maka status tersebut masuk dalam kategori zona merah.

"Yang menentukan kita berstatus kuning, hijau, oranye, dan merah itu dilihat dari segi epidemiologi. Sekarang, Malang 1 aja atau 2 di tingkat kecamatan ada yang kena terpapar corona ya sudah merah," jelasnya.

Baca Juga : Belajar di Rumah Langsung Lanjut Libur Akhir Semester, Tahun Ajaran Baru Mulai 13 Juli

Lebih lanjut, pihaknya saat ini meminta waktu selama dua minggu ke depan untuk bisa memaksimalkan upaya dari Gugus Satgas Covid-19 Kota Malang dalam penanganan menekan angka penyebaran.

Harapannya, dalam waktu itu, Kota Malang bisa mengubah status zona merah ke zona yang lebih rendah di bawahnya.

"Kami minta waktu 2 minggu lah. Mudah-mudahan kita bisa mengubah zona merah. Di sini, sebarannya yang kemarin saya sampaikan 0,8. Itu belum penambahan lo, nggak tau lagi untuk sekarang," tandasnya.

Diketahui, kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadeim Makarim untuk kegiatan belajar mengajar dengan sistem tatap muka di zona hijau untuk 85 Kota/Kabupaten di Indonesia. Namun hal itu tetap harus dengan memenuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan syarat yang sangat ketat.