free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Kesehatan

Karantina Wilayah Desa Plosokerep Berakhir, Sayangnya 26 Warga Tolak Rapid Test

Penulis : Adi Rosul - Editor : Dede Nana

16 - Jun - 2020, 01:11

Loading Placeholder
Posko Covid-19 Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito, Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Ratusan warga di Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, telah tuntas menjalani karantina selama 14 hari di desanya. Ratusan warga di lingkungan RT 02 RW 04 Desa Plosokerep itu, sebelumnya dilarang keluar ataupun masuk untuk memutus penyebaran Covid-19.

"Terakhir kemarin hari Kamis (11/6/2020) (karantina wilayah selesai, red)," ujar Koordinator Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang Agus Purnomo saat dikonfirmasi, Senin (15/6/2020).

Baca Juga : Sempat Resahkan Warga Sekitar, ASN Pemkot Batu Jalani Isolasi Mandiri

Dijelaskan Agus, karantina wilayah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang selama 14 hari sejak 28 Mei 2019 lalu. Karantina di wilayah tersebut diterapkan lantaran ada 5 warga setempat yang dinyatakan positif Covid-19.

Terdapat 144 jiwa di RT 02 RW 04 Desa Plosokerep yang diminta menjalani isolasi di wilayah tersebut.

Sebelum karantina wilayah berakhir pada Kamis (11/6/2020), pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang, berusaha memastikan paparan Covid-19 dengan melakukan rapid test kepada seluruh warga di RT 02 RW 04 itu. Namun sayang, sebagian warga menolak untuk dilakukan rapid test sesaat sebelum berakhirnya karantina wilayah.

"Jadi kemarin itu, setelah penutupan isolasi wilayah itu teman-teman melakukan tracing dan mau melakukan rapid test. Tapi pihak masyarakat menutup diri," ujarnya.

Sebanyak 26 warga di lokasi tersebut yang menolak untuk dilakukan rapid test. Untuk membujuk puluhan warga tersebut agar mau di-rapid test, kata Agus, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, masih melakukan pendekatan kepada warga di RT 02 RW 04 Desa Plosokerep itu.

Menurut Agus, rapid test dinilai perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana paparan Covid-19 terjadi di Desa Plosokerep. 

"Kita akan berusaha melakukan pendekatan, supaya masyarakat mau melakukan rapid test. Karena itu (rapid test, red) demi kita semua, demi dirinya, keluarganya dan masyarakat secara umum," tegas Agus.

Baca Juga : 2 Kasus Konfirm Covid-19 Terbaru, Salah Satunya ASN Kota Batu

Sementara, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang Budi Winarno membenarkan adanya warga Desa Plosokerep yang menolak dilakukan rapid test. Ia belum bisa memastikan, apakah rapid test ini akan dilakukan kembali atau tidak.

Yang pasti, lanjut Budi, pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jombang sedang berupaya memberikan edukasi kepada warga agar mau menjalani rapid test.

"Rapid test ini saya belum dapat laporan bisa dilanjutkan atau tidak. Ini masih upaya edukasi kepada warga," ungkapnya.

Ada 15 warga di lingkungan RT 02 RW 04 Desa Plosokerep yang dinyatakan reaktif setelah menjalani rapid test. Saat ini, 15 orang tersebut juga sudah dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan tes swab.

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Adi Rosul

Editor

Dede Nana

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan

--- Iklan Sponsor ---