Jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Malang terus merangkak dan hampir menyentuh angka tiga digit. Hingga Sabtu (13/6/2020), tercatat ada 91 kasus positif Covid-19 sejak kasus pertama diumumkan pada pertengahan Maret lalu.
Meski jumlah kasus positif di Kota Malang terus melonjak, Pemerintah Kota Malang nampaknya masih belum berencana melakukan rapid test masal. Saat ini, tes untuk mendeteksi awal persebaran Covid-19 itu masih dilakukan secara khusus.
Baca Juga : Pemkab Banyuwangi Siapkan Stiker Layak SOP Covid-19
Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, ada beberapa pertimbangan yang membuat Pemkot Malang belum berencana melakukan rapid test masal. Salah satunya dikarenanakan Pemkot Malang saat ini konsentrasi dengan penyebaran kasus yang ada.
"Untuk dilakukan rapid test secara masal belum ada," katanya.
Selama ini, menurutnya rapid test dilakukan untuk beberapa orang dengan indikasi Covid-19. Selain itu juga dilakukan di beberapa tempat keramaian seperti pasar rakyat hingga tempat tongkrongan anak muda.
Lebih jauh dia menyampaikan, biaya rapid test terbilang sangat besar. Sehingga akan sangat sulit bisa direalisasikan untuk seluruh warga Kota Malang yang jumlahnya mencapai 900 ribu lebih.
"Warga kita ini mencapai 900 ribu lebih jiwa, kalau dilakukan rapid test masal pasti butuh biaya besar," imbuhnya.
Politisi Demokrat itu menyampaikan, Pemerintah Kota Malang telah melakukan pengadaan sebanyak 10 ribu rapid test. Sebelumnya telah digunakan untuk melakukan tes kepada beberapa warga dan petugas yang rentan terpapar Covid-19.
Terutama kepada warga yang memiliki kontak erat dengan pasien konfirmasi positif Covid-19. Termasuk orang tanpa gejala (OTG) yang memiliki suhu tubuh di atas 37,3 derajat celcius dan memiliki riwayat perjalanan dari zona merah, baik di dalam maupun luar negeri.
Baca Juga : Belum Sepekan Pencabutan PSBB, Dua Tenaga Medis jadi 'Korban' di Surabaya
Meski belum ada rencana melakukan rapid test masal, Sutiaji berpesan kepada warga Kota Malang untuk selalu menjaga kesehatan. Dia pun mengajak masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan saat akan melakukan aktivitas di luar rumah.
Diantaranya adalah wajib mengenakan masker, selalu cuci tangan saat hendak makan, serta menjaga kebersihan lingkungan dan tempat kerja. Dia juga berharap agar masyarakat tetap menjaga kebugaran dengan selalu rutin berolahraga.
"Dan di rumah saja jika tidak terlalu penting," pungkasnya.