Petugas tenaga kesehatan saat bersiap untuk melakukan rapid test di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji beberapa saat lalu. (Foto: istimewa)
Petugas tenaga kesehatan saat bersiap untuk melakukan rapid test di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji beberapa saat lalu. (Foto: istimewa)

Karantina lokal yang diberlakukan di Desa Giripurno, Kota Batu bakal diperpanjang selama 14 hari ke depan. 

Hanya saja, kali ini istilah yang dipakai adalah Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL).

Baca Juga : Hari Ini di Kota Batu Ada Tambahan 2 Orang Positif Covid-19

Sedianya, hari ini (Jumat, 5/6/2020) adalah hari terakhir karatina lokal di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji.

Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu telah melakukan rapat evaluasi bersama pihak-pihak terkait dan menghasilkan 6 poin rekomendasi.

Poin-poin itu di antaranya adalah perpanjangan karantina lokal hingga 14 hari ke depan dengan mekanisme PSBL. 

PSBL dipilih karena jumlah warga Desa Giripurno yang terkonfirmasi positif Covid-19 tembus 21 orang dengan dua orang meninggal dunia.

“PBSL ini akan dimulai pada 6 sampai 19 Juni 2020 mendatang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, M. Chori.

Struktur pelaksana PBSL itu diketuai oleh Camat Bumiaji dan dibantu unsur TNI/ Polri dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta pihak desa tersebut.

Selain itu wilayah yang dikarantina akan dijaga 24 jam oleh aparat TNI/Polri/Satpol/Linmas/organisasi masyarakat.

“Lalu juga akan disiapkan 2 selter untuk mandi dan ganti baju serta disinfeksi setelah warga melakukan pengiriman sayur ke luar kota,” imbuhnya.

Juga akan dilakukan penataan melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam proses pengiriman sayur supaya aman. 

Prosedur itu mencakup pengiriman sayur dari petani sampai ke pengepul serta proses pengiriman dari pengepul ke pasar luar kota supaya aman.

Baca Juga : Sebanyak 194 PKL dan Juru Parkir Alun-Alun Kota Batu Dites, Hasilnya Non Reaktif

“Akan diberikan jaminan penyediaan kebutuhan pangan bagi anggota keluarga yang ditinggal oleh kepala keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri di shelter,” tutup pria yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Batu ini.

Sementara itu, hingga Kamis (4/6/2020) pasien konfirm tembus 37 orang di Kota Batu. Dengan 8 pasien menjalani perawatan di RSU Karsa Husada, lalu 2 orang isolasi di rumah, dan 22 di isolasi di shelter.

“Pasien konfirm ini ada dari Kelurahan Temas, Kelurahan Sisir, Desa Giripurno, Desa Pandanrejo, Desa Beji dan Desa Mojorejo,” jelasnya.

Sedangkan untuk orang dalam risiko (ODR) ada 4.150 orang, 1.428 diantaranya dalam pemantauan, dan 2.722 orang selesai pemantauan.

Lalu orang tanpa gejala (OTG) mencapai 285 orang, dengan 72 orang dalam pemantauan, dan 213 orang selesai pemantauan.

Kemudian untuk orang dalam pengawasan (ODP) mencapai 299 orang. Dengan rincian 43 orang dalam pemantauan, dan 256 orang selesai pemantauan.

Dan pasien dalam pengawasan (PDP) tembus 76 orang, 29 orang di antaranya dalam pengawasan dan selesai masa pengawasan 39 orang dan meninggal ada 8 orang.