Lokasi Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Lokasi Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang berencana akan mengaktifkan kembali kegiatan santri di Pondok Pesantren (ponpes). Saat ini, sejumlah skema protokol kesehatan mulai disiapkan untuk menyambut kedatangan santri seiring pandemi Covid-19 yang masih melanda.

Ponpes yang berlokasi di Desa Rejoso, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang ini, berencana menarik kembali para santri untuk berkegiatan di pondok pada awal Juli 2020 mendatang. Sebelumnya, ribuan santri di Ponpes tersebut diminta belajar di rumah karena situasi pandemi Covid-19.

Baca Juga : Pola Pendidikan di Ponpes Pakai Pembatasan Jumlah Santri

"Ponpes  Darul Ulum Insya Allah akan mengakhiri pembelajaran akhir Juni, dan memulai pembelajaran untuk tahun 2020-2021 ini pada 14 Juli. Tetapi dalam kondisi suasana seperti ini, Ponpes Darul Ulum ini nanti ketika memulai proses pembelajaran siswa baru akan melaksanakan SOP Covid-19," terang Ketua Umum Majelis Pimpinan Ponpes Darul Ulum Jombang KH Cholil Dahlan saat ditemui di kantornya, Rabu (3/6/2020).

Disampaikan Kiai Cholil, ada sebanyak 9 ribu santri yang menghuni sejumlah asrama di Ponpes Darul Ulum Jombang. Kedatangan ribuan santri ini akan dilakukan secara bertahap. Para santri yang sudah datang pondok, nantinya akan dikarantina selama 14 hari sebelum memulai aktivitas di ponpes.

"Masuknya siswa siswi ke ponpes secara fisik nanti kemungkinan secara bertahap. Kalau mereka sudah masuk di sini (Ponpes, red), mereka akan mengikuti SOP Covid-19. Salah satunya mereka harus tidak boleh keluar dari asrama dan sekolahnya selama 14 hari," ujarnya.

Tidak hanya itu, pihak Ponpes juga menyiapkan skema untuk tempat tidur para santri di masing-masing kamar di asrama pondok. Berbeda dari biasanya, satu kamar yang biasanya dihuni oleh 20 santri maka saat ini disiapkan hanya untuk 5 santri disetiap kamar.

"Kamar-kamar yang padat nanti diatur, diperlonggar. Misalkan yang biasanya satu kamar digunakan untuk 10-20 orang, maka akan dipecah menjadi 4 kamar yang dihuni 5 orang setiap kamar," kata Kiai Cholil.

Baca Juga : Gubernur Khofifah : Kegiatan Belajar di Rumah Bagi Siswa Kembali Dimulai

Keputusan Ponpes Darul Ulum mengaktifkan kembali kegiatan santri di pondok ini, karena pembelajaran dengan sistem daring atau online dinilai tidak bisa maksimal. Pasalnya, pembelajaran di ponpes berbeda dengan sistem belajar pada lembaga pendidikan umumnya. Di pondok ada nilai-nilai keislaman yang harus dipraktikkan langsung oleh para guru ke para siswa atau santrinya.

"Dalam proses pembelajaran di pondok Darul Ulum ini tidak hanya sekedar kiai, ustadz dan guru sebagai agen transformasi ilmu. Tapi mereka juga menjadi uswah, menjadi percontohan dalam proses sosialisasi nilai-nilai keislaman. Lah bila dilakukan model pembelajaran online ini, santri tidak akan dapat proses sosialisasi nilai-nilai keislaman. Untuk itu, proses sosialisasi nilai-nilai keislaman itu akan dapat bila bergaul langsung dengan kiai, bu nyai dan para ustadz dan guru-guru," pungkasnya.