Unit Reskrim Polsek Singosari sedang melakukan olah TKP di rumah salah saty saksi di Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. (Foto: Polsek Singosari for MalangTimes)
Unit Reskrim Polsek Singosari sedang melakukan olah TKP di rumah salah saty saksi di Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. (Foto: Polsek Singosari for MalangTimes)

Tiga pemuda dinyatakan meninggal dunia usai mabuk mabukan di Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, pada hari Sabtu (30/5/2020).

Dari informasi yang dihimpun media ini, ketiga pemuda tersebut mabuk setelah menenggak alkohol murni yang dicampur dengan minuman bersoda. Mereka mabuk berat sampai tak sadarkan diri lalu nyawanya melayang.

Kapolsek Singosari AKP Farid Fatoni melalui Kanit Reskrim Polsek Singosari Iptu Supriyono menuturkan bahwa telah ditemukan orang yang meninggal dunia, diduga over dosis akibat menenggak alkohol murni yang dicampur dengan minuman bersoda.

"Total tiga orang yang meninggal dunia. Diduga akibat over dosis minuman alkohol murni dicampur minuman bersoda," ungkapnya saat dikonfirmasi pewarta, Minggu (31/5/2020).

Supriyono menuturkan, bahwa korban berinisial ND (35), PS (34) dan AW (18) yang meninggal dunia di rentan waktu yang tidak bersamaan. 

Baca Juga : Rapat DPRD Lumajang Dipastikan Tanpa Mamin, Anggaran Digunakan Untuk Bantuan Covid-19

Terkait detail kronologi kejadian, Supriyono mengungkapkan bahwa korban datang di kediaman saksi yang beralamat di Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang dengan keadaan yang sudah sempoyongan dengan membawa minuman alkohol murni di botol minuman bersoda dengan ukuran satu liter.

"Korban datang ke rumah saksi pada hari Kamis (28/5/2020) sekitar jam 19.00 WIB dalam keadaan sempoyongan, membawa minuman alkohol murni di botol minuman bersoda kemasan 1 liter. Namun minuman tinggal sedikit kemudian diminum oleh korban berdua (ND dan PS) di depan rumah saksi," ungkapnya. 

Setelah menenggak minuman tersebut, keesokan harinya, Jumat (29/5/2020) korban mengalami muntah-muntah dalam keadaan yang masih setengah sadar, tetapi masih dapat mengonsumsi makanan.

"Karena di rumah saksi pertama ada anak kecil korban diajak pindah ke rumah saksi kedua berjarak sekitar 20 meter. Kedua korban tidur dan selanjutnya keesokan harinya, Sabtu (30/5/2020) pagi, korban ND meninggal dunia," ujar Supriyono.

Korban PS juga dalam keadaan kritis akhirnya dilarikan ke Puskesmas Singosari kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. 

"Satu orang (korban PS) dirawat di Puskesmas Singosari dan dirujuk ke RRSA, semalam dinyatakan meninggal dunia," tandasnya. 

Sementara itu untuk korban meninggal dunia yang ketiga berinisial AW (18) yang juga diduga mengalami over dosis akibat mengonsumsi minuman keras. 

"Tadi pagi korban meninggal dunia satu orang lagi inisial AW di Rumah sakit Wijaya Husada Purwoasri," ujar Supriyono kepada pewarta.

Terkait kronolgi kejadiannya, Supriyono menjelaskan bahwa AW pada hari Jumat (29/5/2020) keluar rumah dengan tujuan yang belum diketahui. Pada hari Sabtu (30/5/2020) sekitar pukul 05.30 WIB korban AW pulang ke rumah.

"Sekitar pukul 12.00 WIB korban masih setengah sadar dan sempat sempoyongan di depan rumah. Sekitar pukul 16.00 WIB korban mengeluh kepalanya pusing, mata mulai rabun/ penglihatan tidak jelas, dada merasa panas, perut mual, dan muntah-muntah berkali-kali," ungkapnya. 

Melihat kondisi korban seperti itu, akhirnya saksi membawa korban ke klinik dan rawat inap Wijaya Husada untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan. Sehari mendapatkan perawatan akhirnya pada hari Minggu (31/5/2020) sekitar pukul 05.30 WIB pihak klinik dan rawat inap Wijaya Husada menyatakan bahwa korban AW telah meninggal dunia.

Dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan pemeriksaan saksi-saksi serta terhadap tiga mayat pemuda tersebut, pihak Kepolisian Polsek Singosari menyatakan bahwa dari pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi kepada ketiga korban over dosis minuman keras tersebut.