Machfud Arifin bersama para mahasiswa
Machfud Arifin bersama para mahasiswa

Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya meminta Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin meminta akses lapangan kerja dibuka seluas-luasnya. Banyak kalangan millenial yang butuh dibukakan lapangan pekerjaan. Sehingga mereka tidak menjadi pelaku kriminal 

"Akses ekspolarasi diri kaum millenial dibuka, akses di Disnaker dikencengin, mungkin ngak ada lagi dari mereka yang menjadi pelaku kriminal," ujar mahasiswa Unair Surabaya Maulana Satriaji usai menerima bantuan sembako dari Bakal Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (purn) Machfud Arifin, Kamis (21/5).

Menurutnya, pembinaan kepada kalangan millenial perlu menjadi perhatian. Selain soal pekerjaan, masalah millenial banyak. Tidak sedikit anak muda Surabaya yang putus sekolah. Mereka perlu mendapatkan pembinaan dari pemerintah sehingga memiliki masa depan yang baik. 

Maulana juga meminta Pemkot Surabaya memfungsikan taman-taman yang ada di kota pahlawan untuk kegiatan produktif. Taman tidak hanya dijadikan wahana bermain, tapi juga bisa digunakan sebagai tempat untuk kegiatan-kegiatan produktif bagai kaum millenial.

Maulana Satriaji, salah satu kaum millenial Surabaya, berharap taman bisa difungsikan sebagai co working space bagi anak muda. Co working space seperti yang ada di Siola perlu ditambah. Jumlah anak millenial Surabaya sangat banyak, sementara tempat untuk eksplorasi diri terbatas.

"Co working space diperbanyak, kalau anak mudanya banyak tapi tempatnya hanya satu dan ngak kebagian tempat di sana (Siola), terus mereka mau kemana. Taman itu bisa difungsikan, karena saya melihat taman hanya untuk jalan-jalan," ujarnya usai menerima bantuan sembako dari Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (purn) Machfud Arifin, Kamis (21/5).

Mahasiswa Surabaya memiliki harapan besar kepada Mantan Kapolda Jawa Timur Machfud Arifin. Selain karena asli arek Suroboyo, Machfud dinilai memiliki potensi besar memimpin Surabaya. Pengalamannya yang luas, ide-ide besar Machfud Arifin bisa membawa Surabaya bangkit. 

"Surabaya sudah bagus, dan kehadiran Machfud Arifin menjadi wali kota, pasti akan lebih bagus. Karena beliau ini ide-idenya bagus, juga kepeduliannya terhadap berbagai elemen masyarakat juga bagus," ujarnya.

Kepedulian terhadap berbagai kalangan ini diakui oleh Janibahira Akbar. Mahasiswa Unair dari luar kota ini benar-benar merasakan perhatian Machfud Arifin, terutama disaat pandemi covid-19. Mahasiswa luar Surabaya yang tak bisa pulang kampung diberi sembako untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Ekonomi di masa normal pas-pasan, apalagi saat pandemi covid, kita mahasiswa perantau sangat berterimakasih kepada pak Machfud karena kepeduliannya. Memang mahasiswa rantau juga perlu diperhatikan, perhatian ini nggak kita rasakan dari Pemkot Surabaya," ungkapnya.

Mahasiswa semester 4 Sastra Inggris ini memandang Machfud Arifin sebagai sosok filantropi. Bukan hanya kepada kalangan tertentu, tapi kepada semua elemen masyarakat. 

"Maka atas sikap ini, pak Machfud calon pemimpin yang tepat untuk kota Surabaya, track record-nya sangat bagus," tukasnya. 

Machfud Arifin mengaku sengaja mengundang mahasiswa untuk menampung aspirasi dari kaum millenial untuk kemajuan Surabaya. Selain itu juga ingin berbagi dengan mahasiswa di tengah pandemi covid-19, terutama mahasiswa dari luar daerah yang tidak bisa pulang. 

"Mahasiswa luar kota yang tak bisa pulang karena terdampak covid-19, ada yang dari Jawa Tengah, bahkan dari Madura ngak bisa pulang karena berbagai faktor. Khawatir bawa virus, akses internet di kampungnya ngak ada karena harus kuliah daring, dan juga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, kita fasilitasi dengan berbagi rasa dan kasih. Saya peduli dengan mahasiswa yang ngak bisa pulang," terangnya. 

Sementara itu Machfud mengaku siap memfasilitasi semua harapan mahasiswa. Terutama terkait dengan sarana eksplorasi diri. Hal ini penting karena keberadaan fasilitas di Surabaya banyak yang dibuat hanya untuk dirawat, tidak menghasilkan, keadaan ini justru kurang baik. 

"Saya akan support mahasiswa, karena dengan fasilitas yang disediakan untuk kreativitas mahasiswa, mereka bisa mendapatkan uang," imbuh mantan Kapolda Jatim ini.

<