Suasana pertemuan  Pokdarwis di Pelinggihan Disbudpar Banyuwangi (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)
Suasana pertemuan Pokdarwis di Pelinggihan Disbudpar Banyuwangi (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)

Setelah pemerintah pusat menyatakan damai dengan Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi langsung bergerak untuk melakukan recovery kondisi semua sendi kehidupan termasuk sektor pariwisata. 

Dimana sebelum pandemi wabah Covid-19 terjadi Banyuwangi mendapatkan berbagai penghargaan atas inovasi dan kreatifitas dalam membangun dan menumbuh kembangkan bidang pariwisata.

Baca Juga : Disparbud Kabupaten Malang Siapkan Aturan Berwisata, Ini Isinya

Menurut M Yanuarto Bramuda, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi, langkah awal yang dilakukan pasca damai dengan adalah mengumpulkan semua pelaku wisata mulai Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pengelola hotel dan restoran serta para pelaku wisata yang ada di Banyuwangi.

Pria yang akrab disapa Bram itu menuturkan, wabah Covid-19 telah mengajarkan kepada umat manusia untuk membangun peradaban dan menumbuhkembangkan budaya hidup baru, termasuk dalam bidang pariwisata.

Satu sisi tidak ada yang mengetahui kapan wabah ini berakhir. Di sisi lain apabila terus bertahan dan tidak segera bergerak maka ekonomi kondisinya stagnan dan tidak menutup kemungkinan semakin terpuruk. 

"Makanya perlu dicari cara bagaimana menata program pariwisata yang sehat atau Healty Tourism," ucap Bram.

Bram melanjutkan, untuk merecovery ekonomi agar kembali tumbuh dan bergerak, berbagai instruksi pemerintah tetap jadi pedoman.

"Untuk ke sana tetap wajib mematuhi protokol kesehatan dan semua penyebab Covid-19 celahnya ditutup," ujarnya.

Selajutnya Bram menambahkan, saat ini pihaknya sedang menyusun buku pedoman atau manual book yang wajib dimiliki dan dipatuhi oleh semua pelaku pariwisata di Banyuwangi. 

Manual book yang disusun antara lain berisikan kewajiban semua destinasi wisata dan hotel untuk menyediakan Hand Sanitizer, menyiapkan tempat cuci tangan dan sabun, menyiapkan sarana prasarana standar penanganan pengunjung yang pingsan dan lain sebagainya.

Baca Juga : Ditutup Sejak Maret, Pemkab Malang Bersiap Hadapi Lonjakan Wisatawan Usai Pandemi

“Intinya bagaimana wisatawan yang datang dan berkunjung ke Banyuwangi merasa aman dan nyaman. Namun tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini menjadi peradaban baru dan budaya baru pasca pandemi wabah Covid-19 melanda dunia,” mjelas Bram .

Untuk memberikan penjelasan manual book yang disusun, Disbudpar Banyuwangi mengagendakan mengundang Pokdarwis (hari ini, Senin 18/5/2020) dan pengelola hotel dan restoran Selasa (19/5/2020) besok untuk sosialisasi program pembangunan pariwisata Banyuwangi pasca Covid-19.

Lebih lanjut Bram menuturkan garis besar pembangunan pariwisata pasca Covid-19 antara lain pengelola destinasi wisata wajib menyiapkan fasilitas standar penangan covid, tiket dijual secara online, ada pembatasan jumlah kunjungan sesuai dengan kapasitas maksimal dan beberapa aturan lain yang wajib dipatuhi dan dijalankan oleh semua pihak.

"Ini perubahan budaya baru yang harus dilakukan. Berbeda dengan budaya masyarakat dimasa lalu dalam mewujudkan Banyuwangi menuju healty tourism,”tandasnya.