Bupati Trenggalek gelar pers rilis menggunakan video conference di Gedung Smart Center
Bupati Trenggalek gelar pers rilis menggunakan video conference di Gedung Smart Center

Lewat video conference, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin merilis dua pasien baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Trenggalek. 

Satu pasien terkonfirmasi positif berasal dari Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari. 

Baca Juga : Satu Pasien asal Desa Bulukerto, Kota Batu Sembuh Setelah 4 Kali Swab

Sementara satunya lagi berasal dari Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek.

Keduanya mempunyai riwayat perjalanan dan pekerjaan yang berbeda. 

Pasien 04 dinyatakan positif Covid-19 saat menjalani serangkaian pengobatan pada rumah sakit di Tangerang. 

Selama menjalani perawatan selama dua hari, pasien 04 menunjukkan gejala seperti demam, muntah dan diare.

"Pada 9 Mei 2020, Pasien 04 bersama istrinya berangkat dari rumah sakit Tangerang ke Trenggalek. Sesampainya di Trenggalek langsung dilakukan rapid test, namun hasil non reaktif (negatif). Hingga tanggal 11 Mei pasien 04 dilakukan swab test, dan pada tanggal 12 dinyatakan positif," terang Arifin.

Arifin membeberkan ada 11 kontak erat yang diperiksa dari pasien 04, yakni istri, 3 anak, 1 menantu, orang tua pasien, dan 2 keponakan.

"Hasil rapid test semua kontak erat non reaktif," terangnya.

Sementara untuk pasien 05, yang berasal dari Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan ini sebelumnya bekerja sebagai baby sitter di Kota Surabaya. 

Berbekal hasil rapid test non-reaktif (negatif) tanggal 9 Mei, Pasien 05 pulang dari Surabaya naik travel bersama 1 orang temannya asal Kabupaten Tulungagung.

"Setibanya di Trenggalek yakni tanggal 10 Mei pasien 05 langsung diarahkan jalani rapid test lagi di RSUD dr. Soedomo dan hasil reaktif. Tanggal 11 nya pasien 05 ini dilakukan swab test dan tanggal 12 hasilnya keluar positif," papar Arifin saat rilis, Jumat (15/05/20) petang.

Pria yang akbar di sapa Gus Ipin ini juga menerangkan bahwa dari pemeriksaan pasien 05, diketahui ada 3 orang kontak erat yakni suami, 1 anak dan ibu pasien. 

Baca Juga : Riset: Pisang Lokal Ini Punya Nutrisi 40-90 Kali Lipat Lebih Tinggi dari Pisang Impor

Ketiganya sudah menjalani rapid test dan hasilnya non reaktif semua.

Untuk selanjutnya kedua pasien akan menjalani perawatan di RSUD Dr. Soedomo Kabupaten Trenggalek guna dipantau perkembangan penyakitnya. 

Selain itu, pemerintah juga menerapkan kawasan disiplin physical distancing di lokasi sekitar titik isolasi keluarga.

"Guna memantau kesehatan dan kebutuhan keluarga kedua pasien dan menyalurkan bantuan sosial bagi KK yang terdampak penetapan zona physical distancing, kami menugaskan camat setempat untuk membentuk penghubung khusus," ujar Arifin.

Bupati Trenggalek juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudik terlebih dahulu. 

Dia juga meminta agar warga tidak meremehkan perjalanan dari daerah satu ke daerah lain. Karena kasus positif di Trenggalek, semua dipicu bepergian dari luar kota atau luar negeri.

"Seperti pasien 05, meskipun sudah pernah menjalani rapid test dan dinyatakan negatif, ternyata begitu di-swab test hasilnya positif. Tentunya hal ini menjadi pelajaran bagi kita semua terutama gugus tugas, untuk lebih berhati-hati," pungkasnya.