Bupati Blitar Rijanto mendukung dan memuji kiprak PPNI.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Bupati Blitar Rijanto mendukung dan memuji kiprak PPNI.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Provinsi Jawa Timur (Jatim) memecahkan rekor MURI untuk Edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD)  dengan jumlah peserta terbanyak. Pemecahan rekor dengan total 22.200 orang dilaksanakan serentak di 38 kabupaten/kota di Jatim dalam rangka HUT ke-46 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) DPW PPNI Jawa Timur.

Pemecahan  Rekor MURI BHD terbanyak dilaksanakan secara serentak di 38 kabupaten/kota di Jatim. Di Blitar, kegiatan ini dipusatkan di halaman Pendopo Sasana Adi Praja, Kantor Bupati Blitar di Kota Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Pemecahan Rekor MURI di Blitar ini diikuti 250 personel yang terdiri dari kepolisian, TNI, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Satpam, BPBD, Tagana, Palang Merah Remaja (PMR), mahasiswa kesehatan dan SMK kesehatan. 

Jumlah ini menjadi yang terbanyak ketiga di Jatim. Peringkat pertama ditempati Kota Surabaya dengan 3.000 personel dan peringkat kedua oleh Mojokerto dengan 2.500 personel.

Dalam sambutannya, Bupati Blitar Rijanto, menyampaikan peran PPNI dalam pelayanan kesehatan di Indonesia sudah tak diragukan lagi.

PPNI telah mencapai puncak kematangan organisasi dan mempersiapkan anggotanya dalam berperan nyata pada masyarakat dengan memperkecil kesenjangan dalam pelayanan kesehatan. 

Kemudian mempermudah masyarakat dalam mendapatkan akses pelayanan kesehatan. Serta mendapatkan kesamaan kesehatan pelayanan yang berkualitas.

“PPNI bersama anggotanya telah mengawal profesi keperawatan Indonesia pada arah yang tepat. Sehingga profesi keperawatan dapat mandiri, bermartabat dan mampu bersaing pada tingkat nasional dan internasional,” ujar Bupati Rijanto.

Di kesempatan ini, orang nomor satu di Kabupaten Blitar juga memberikan apresiasi atas pemecahan Rekor MURI BHD dengan peserta terbanyak yang dilaksanakan PPNI Jatim.

Menurut Bupati, edukasi semacam ini harus terus disampaikan kepada masyarakat karena masih tingginya angka kecelakaan di Indonesia khususnya di Jawa Timur.

“Tingginya angka kecelakaan di Indonesia harus diikuti dengan kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama yang benar dan tepat. Masyarakat, khususnya masyarakat awam yang lebih sering menemui kasus kecelakaan diharapkan memiliki kemampuan dalam melakukan pertolongan pertama. Melihat pentingnya BHD maka apa yang dilaksanakan PPNI ini sangat bagus sekali, memberikan edukasi,” tegasnya.

Lebih dalam Bupati menyampaikan, tujuan BHD ialah mendidik masyarakat dalam menyelamatkan nyawa korban.  Kemudian mencegah kecacatan yang lebih parah, mengurangi penderitaan dan menstabilkan kondisi korban sebelum mendapatkan pelayanan yang memadai sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No.26/2019.

“Suksesnya kegiatan ini semoga membawa berkah dan manfaat untuk masyarakat,” tutur Bupati yang dikenal peduli dan dekat dengan rakyat.

Sementara itu Ketua PPNI Kabupaten Blitar Zainal Fanani,, dalam sambutanya menyampaikan PPNI terus berupaya menjadi yang terdepan dalam edukasi kesehatan bagi masyarakat. Edukasi terus diberikan terlebih saat ini dunia dalam ancaman virus corona yang telah banyak memakan korban jiwa.

“Di HUT ke-46, angka ini sama dengan nomor pembalap Valentino Rossi, dan di usia ke-46 ini PPNI akan terus menjadi mitra pemerintah. Di manapun diperlukan kami akan selalu siap sesuai dengan visi dan misi PPNI. PPNI ingin disayang anggota, PPNI ingin dicintai pemerintah dan masyarakat dan yang ketiga PPNI ingin disegani di lintas profesi,” tandasnya.(Adv/Kmf)