Wali Kota Malang Sutiaji (dua dari kanan) saat menerima penghargaan kategori Badan Publik Menuju Informatif pada PPID award  (Foto: Humas Pemkot Malang)
Wali Kota Malang Sutiaji (dua dari kanan) saat menerima penghargaan kategori Badan Publik Menuju Informatif pada PPID award (Foto: Humas Pemkot Malang)

Kota Malang kembali menorehkan prestasi. Ya, kota berjuluk pendidikan ini meraih penghargaan kategori Badan Publik Menuju Informatif pada Pejabat dan Pengelola Informasi Daerah (PPID) award di malam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Jawa Timur 2019 yang digelar di Novotel Samator East Surabaya Hotel, semalam (Kamis, 28/11).

Dengan pencapaian penghargaan ini, menjadi bukti bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah menjalankan sistem informasi publik dengan keterbukaan.

Wali Kota Malang, Sutiaji menerima secara langsung penghargaan tersebut dari Komisi Informasi Jawa Timur atas inovasi PPID Kota Malang dalam mengelola sistem keterbukaan informasi publik.

Menurutnya, penghargaan ini bisa diraih atas dukungan serta peran aktif masyarakat Kota Malang yang selama ini terus menyampaikan aspirasi, bahkan keluhan terhadap pelayanan publik yang ada di Kota Malang.

"Tanpa itu semua, akan sulit bagi kami untuk terus memperbaiki kinerja ASN demi memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, dengan diraihnya penghargaan tersebut menjadikan Pemkot Malang akan termotivasi untuk terus melakukan transparansi dan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat secara terbuka. Terlebih hal tersebut juga telah tertuang dalam pelaksanaan Undang-Undang no 14 tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

"Saya mengucapkan terima kasih pada seluruh elemen masyarakat yang ada, tanpa bantuan dan dukungannya Kota Malang tidak akan bisa terus menerus menuai prestasi. Tentu penghargaan ini akan kami jadikan motivasi baru untuk menjadi lebih baik di kemudian hari," tandasnya.

Diketahui, PPID Award digelar dengan tujuan untuk memberikan apresiasi kepada badan publik yang telah menjalankan amanat UU 14 Tahun 2014 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Di tahun 2019 ini, Komisi Informasi memberikan penilaian kepada OPD provinsi, kabupaten/ kota dan desa di Jawa Timur yang penilaiannya sudah dilaksakan sejak Agustus-November 2019.

Di ajang penghargaan ini juga harus melalui tahapan tertentu, yakni badan publik mengirimkan SAQ (Self assessment Questionnaire) dilanjutkan dengan verifikasi oleh tim penilai, dan diakhiri dengan visitasi ke badan publik. Proses ini dilakukan secara ketat dan bisa dipertanggungjawabkan.

Dari hasil penilaian tersebut, beberapa kategori dalam penerimaan penghargaan itu yakni, penyedia informasi berkala terbaik, penyedia Informasi setiap saat terbaik, penyedia layanan terbaik. Kemudian pendokumentasian informasi terbaik, mitra KI Jatim terbaik, badan publik menuju informatif, badan publik informatif, badan publik favorit, dan badan publik terbaik.