Busana Club Danjyo Hiyoji 18+ karya Danjyo Hiyoji di Malang Fashion Week, Sabtu malam (9/11) (Yogi Iqbal/MalangTIMES)
Busana Club Danjyo Hiyoji 18+ karya Danjyo Hiyoji di Malang Fashion Week, Sabtu malam (9/11) (Yogi Iqbal/MalangTIMES)

Ratusan penggiat fashion disuguhi beragam peragaan busana terakbar di Kota Malang dalam Malang Fashion Week. Acara yang diinisiasi dari Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Malang dengan mengkolaborasikan tiga daerah yakni Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang ini mampu memikat penikmat fashion.

Karya-karya busana epik Malang Raya, nasional hingga internasional yang diperagakan model-model di cat walk telah mampu menyihir mata penontonnya. Salah satunya, karya designer asal Jakarta, Danjyo Hiyoji.

Menjadi penutup malam Malang Fashion Week hari pertama (Sabtu, 9/11), Danjyo Hiyoji menghadirkan serangkaian busana dengan tema Club Danjyo Hiyoji 18+. Jajaran busana ready to wear yang semarak tanpa memberi kesan norak menonjolkan warna-warna berani seperti merah, nuansa hijau, serta ungu.

Tak kurang dari 15 karya yang disuguhkan pada ribuan penonton yang memadati gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM) itu. Tampilan tersebut bahkan menuai gemuruh tepuk tangan penonton di pengujung hari pertama Malang Fashion Week.

Karya-karya busana yang indah tersebut dihasilkan oleh 3 perancang busana, yakni Dana maulana, Liza Masitha, Michael Simiadi. Para perancang menyebut bahwa mereka terinspirasi dari generasi sekarang atau Gen Z. Mereka membawa busana ini dengan keunikan.

Mulai dari warna-warni baju, merah, pink, hijau, pattern dan yang lainnya. Kemudian dibalut dengan aksesoris untuk kepala seperti pita yang super besar, bulu mata warna-warni, hingga sepatu metalik.

"Jadi koleksi club hyuji ini terinspirasi dari Genzi, di mana inspirasi lainnya dari subkultur Club Kid di kota-kota besar di seluruh dunia. Dan sangat colorfull," ungkap Michael Simiadi, salah satu dari tim designer Danjyo Hiyoji.

Karya-karya busana yang diperagakan model-model di Malang Fashion Week sebanyak 19 baju. Dalam kesempatan ini, Danjyo Hyoji sengaja membawa karya tersebut untuk dikenalkan kepada kaum millenial di Kota Malang.

"Kita ingin bawa energi anak Jakarta ke Malang. Di Malang Fashion Week, kita coba bawa spirit anak muda. Karena anak muda di manapun itu spriritnya sama kok. Kita share yang sekarang lagi trend di dunia ke sini," jelas, Dana Maulana.

Tak hanya itu, di hari pertama ini beragam karya unik dan nyentrik juga ditampilkan dengan epik dalam pergelaran fashion terakbar yang digelar bersamaan dengan rangkaian Festival Mbois 4 dari Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Malang.

Dalam kesempatan ini, Plt Kepala Disperin Kota Malang, Wahyu Setianto menyatakan lewat ajang Malang Fashion Week, maka bisa jadi ke depan Malang akan menjadi kiblat fashion di Indonesia bahkan Internasional.

"Kegiatan ini juga sebagai salah satu bentuk dalam mengembangkan industri fashion di Kota Malang. Mempromosikan industri fashion di kancah nasional dan internasional. Dengan gelaran ini harapannya Malang menjadi kiblat fashion di Indonesia hingga dunia," paparnya.

Dalam gelaran fashion show malam ini juga menghadirkan karya Rasya Shakira, Adhikari Kebaya, Dinas Perindustrian Kota Malang present Almera Dea Devita, Andy Sugix X H2R By Hefi Rasyid, Feby Antique X Pemkab Luwuk Banggai, Feby Antique X Pemkab Jombang, Rebecca Patterson from Australia, Monique Parr From Australia, dan masih banyak lainnya.

Tak hanya sampai disitu, hari ini (Minggu, 10/11) Malang Fashion Week masih akan hadir dengan karya-karya designer fashion lainnya. Salah satunya yakni, designer fashion ternama di Indonesia Ivan Gunawan.