Suprapto, Asisten Administrasi Pemerintahan saat mengukuhkan peserta Diklat APN (foto : Moh. Ali Makrus / JatimTIMES)

Suprapto, Asisten Administrasi Pemerintahan saat mengukuhkan peserta Diklat APN (foto : Moh. Ali Makrus / JatimTIMES)



Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI/AKB) di Indonesia, khususnya di Kabupaten Jember yang masuk zona rapor merah karena angkanya masih tinggi, membuat pemerintah perlu memberikan pendidikan dan pelatihan (Diklat) guna meningkatkan kompetensi pelayanan bagi bidan agar bisa mengurangi AKI dan AKB tersebut.

Namun pelatihan yang diberikan, tanpa ada kesadaran dari masyarakat terutama ibu hamil, juga akan sia-sia. 

“Pelatihan diklat untuk meningkatkan kompetensi bidan guna mengurangi angka kematian ibu dan bayi sangat diperlukan, namun peningkatan kompetensi tidak akan cukup tanpa ada kesadaran dari masyarakat itu sendiri,” ujar Suprapto Asisten Administrasi Pemerintah Kabupaten Jember Kamis (17/10/2019) usai membuka diklat Asuhan Persalinan Normal (APN) yang digelar di Balai Diklat Pemkab Jember.

Suprapto menambahkan, untuk mengurangi AKI dan AKB, Pemkab akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui petugas kesehatan, salah satunya bidan-bidan di desa.

“Sosialisasi untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat akan terus dilakukan Pemkab Jember, seperti hari ini ada 20 bidan yang mengikuti diklat angkatan pertama, mereka nanti akan kita tugaskan juga untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara terus menerus,” beber Suprapto.

Sementara Diyah Kusworini Plt. Kepala Dinas Kesehatan Jember, dalam kesempatan tersebut mengatakan, diklat ini cukup penting mengingat APN berfungsi untuk menjaga kelangsungan hidup dan memberikan derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayi melalui berbagai upaya terintegrasi.

“Dengan adanya diklat APN ini, ada beberapa hal yang mampu meningkatkan kompetensi peserta karena akan menambah keahlian dalam berbagai keterampilan terkait tindakan yang harus dilakukan dalam persalinan,” ujar Diyah.

Selain itu, dengan diklat, mereka juga bisa membentuk tim persalinan yang berkeahlian dan andal dalam persalinan dan memiliki konsep tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi. Dalam diklat ini diberlakukan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, mendiskusikan proses dan hasil latihan dan metode pembelajaran lainnya. (*)

 


End of content

No more pages to load