Ketua Relawan Pro Jokowi Kabupaten Tulungagung, Siti Munawaroh / Foto : Joko Pramono / Tulungagung TIMES
Ketua Relawan Pro Jokowi Kabupaten Tulungagung, Siti Munawaroh / Foto : Joko Pramono / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNG TIMES - Gerakan menjaga perdamaian jelang pelantikan presiden terpilih Jokowi terus digelorakan. Salah satunya yang dilakukan oleh relawan Pro Jokowi (Projo) Kabupaten Tulungagung. Mereka menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk kerusuhan dan Radikalisme. Hal itu disampaikan oleh ketua Projo Tulungagung Siti Munawaroh dalam acara senam bersama di depan kantor DPRD Kabupaten Tulungagung, Minggu (13/10) siang.

"Projo dan semua Relawan Jokowi punya kewajiban mengamankan pelantikan tanggal 20 Oktober 2019 depan, kita bersama menyatakan menolak segala bentuk kerusuhan dan juga radikalisme. Kita sama-sama menjaga Tulungagung agar tetap aman dan damai," ujar Siti Munawaroh.

Pihaknya juga mengharapkan agar Tulungagung yang telah kondusif tersebut tidak diusik dengan upaya kerusuhan yang terindikasi untuk menggagalkan pelantikan presiden. "Pilpres sudah usai, kita merangkul semua masyarakat. Kami berharap saat pelantikan nanti Tulungagung tetap aman dan damai dan hindari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh ketua panitia senam bersama Nina Astinawati yang menggelar acara dengan tema Tolak Kerusuhan dan Radikalisme Untuk Jawa Timur Aman. "Meski persiapan mendadak, Alhamdulillah banyak warga yang hadir untuk mengikuti kegiatan ini," terang Nina Astinawati, Ketua panitia kegiatan.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk menolak segala bentuk kerusuhan menjelang pelantikan presiden terpilih Jokowi. "Semua pihak kita Rangkul, kita pastikan Tulungagung tetap kompak dan damai," kata Nina.

Kegiatan senam bersama untuk Menjaga Tulungagung dilakukan karena perkembangannya masih ada pihak-pihak yang menginginkan kondisi yang kurang kondusif, sehingga dengan inisiatif para instruktur senam dengan jumlah sekitar 50 orang, kembali dirinya menggelar acara tersebut. "Kami mengajak masyarakat bersatu, dengan dana iuran sukarela dan dari uang kas ini kita bisa menggelar kegiatan dengan sukses," ujar Nina.

Kegiatan yang dilaksanakan di hari minggu itu mengundang perhatian para pengguna jalan, terutama bagi para biker. Mereka tampak berhenti dan mengikuti irama senam yang dipandu oleh beberapa instruktur senam kelas Wahid di Tulungagung.

Selain itu, di tengah acara juga dilaksanakan pembagian hadiah dari panitia dengan diiringi rancak irama dangdut dengan suara merdu para biduan.

Puncak acara dengan dibacakan deklarasi tolak kerusuhan dan Radikalisme yang dipandu oleh panitia dan diikuti oleh ribuan orang yang mayoritas merupakan Relawan dan pendukung Jokowi.