Warga saat melurug panitia Pilkades Desa Menampu, Gumukmas, Jember. (foto : R Ulum / Jatim TIMES)
Warga saat melurug panitia Pilkades Desa Menampu, Gumukmas, Jember. (foto : R Ulum / Jatim TIMES)

Pemilihan kepala desa (pilkades) tahap pertama di Jember untuk 45 desa di 7 kecamatan sudah berlangsung hari ini. Tahap kedua akan digelar pada 12 September mendatang, yang akan diikuti 37 desa dari 6 kecamatan. Salah satunya Kecamatan Gumukmas, Jember.

Namun meski pelaksanaan pilkades tahap dua sudah tinggal hitungan hari, persoalan muncul di Desa Menampu  yang juga akan menggelar pesta demokrasi tersebut Kamis (5/9/2019). Beberapa warga di desa tersebut melurug dan mendatangi panitia pilkades.

Hal ini dikarenakan salah satu calon kepala desa belum membayar sumbangan dana pilkades yang sudah disepakati bersama. "Tujuan kami kesini ingin mengkonfirmasi kepada panitia perihal dana sumbangan pihak ketiga dari salah satu calon yang sampai detik ini belum masuk kepada panitia. Padahal sudah jelas dari kesepakatan terdahulu jika pembayaran seharusnya masuk semua pada 31 Agustus. Namun kenapa sampai detik masih belum ada dana masuk dari salah satu calon,” ujar Sobirin (46), salah satu warga sekitar  yang juga pendukung dari salah satu calon kades di Desa Menampu.

Sobirin menambahkan, jika memang benar ada salah satu calon yang belum membayar dana sumbangan yang sudah disepakati, pihaknya khawatir akan memengaruhi gelaran pilkades di desanya. “Kami selaku pendukung H Aan Rofi'i, calon nomor urut 02, akan mengambil tindakan karena calon kami sudah lunas sumbangannya. Panitia saya lihat juga tidak memiliki upaya untuk melakukan penagihan. Terus, kepada calon kades yang sudah lunas, juga tidak ada apresiasi dari panitia,” sesal Sobirin.

Sementara, panitia pilkades Desa Menampu Gumukmas  H Nono Hariyono kepada wartawan mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya kepada salah satu calon yang belum membayar sumbangan pilkades. Bahkan pihaknya juga sudah men-deadline calon tersebut.

“Memang ada satu calon atas nama Ismadi dengan nomor urut 1 yang sampai saat ini belum membayar, baik via telepon maupun datang ke rumah yang bersangkutan. Namun hanya dijanjikan saja sampai hari ini. Jika sampai sore ini masih belum membayar, semua proses pilkades akan kami limpahkan ke BPD,” pungkas H Nono.

Seperti diketahui, pilkades di Desa Menampu diikuti oleh dua calon, yakni Ismadi dengan nomor urut 1 dan H. Aan Rofi’i nomor urut 2. Sesuai hasil kesepakatan musyawarah panitia pilkades, bersama dengan sejumlah perangkat desa dan tokoh masyarakat, dana untuk biaya pilkades di Desa Menampu dianggarkan Rp 225 juta. Setelah mendapat kucuran dana dari APBD, panitia masih membutuhkan tambahan dana sehingga disepakati setiap calon untuk menyumbang dana pilkades sebesar Rp 76 juta.