free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Ekonomi

Gubernur Khofifah Dorong Industri di Jatim Miliki Pembangkit Listrik Mandiri

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

16 - Jul - 2019, 00:47

Loading Placeholder
Gubernur Jatim Khofifah ketika mengunjungi pabrik kertas PT Mega Surya Eratama

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja ke pabrik kertas di Kabupaten Mojokerto, Senin (15/7). Yang dikunjungi kali ini adalah PT Mega Surya Eratama di kawasan Kecamatan Ngoro.

Khofifah beserta rombongan tiba di sana sekitar pukul 12.00 WIB. Dengan didampingi Bupati Kabupaten Mojokerto Pungkasiadi dan owner perusahaan Surya Eratama.

Setibanya di kantor perusahaan Khofifah kemudian ditunjukkan proyek perusahaan. Di mana dalam waktu dekat ini perusahaan bakal memiliki pembangkit listrik secara mandiri. Dengan menggunakan bahan daur ulang dari sampah plastik.

Mendapat penjelasan tersebut Khofifah menyambutnya dengan cukup antusias. Dia bahkan mendorong ke depannya setiap industri yang ada di Jawa Timur bisa memiliki pembangkit listrik secara mandiri. Terutama yang menggunakan bahan dari daur ulang sampah.

Usai itu Khofifah pun sempat melakukan sidak ke dalam area perusahaan. Di dalam dia sempat melihat secara langsung bagaimana kertas bekas diolah untuk kemudian menjadi kertas baru yang siap digunakan kembali.

Khofifah juga sempat berbicara dengan para pekerja di sana. Para pekerja meminta agar pabriknya bisa terus mendapatkan stok bahan kertas bekas. "Biar kami bisa terus berkerja di sini  bu," pinta salah seorang pekerja.

Usai melakukan sidak Khofifah menyampaikan tujuannya adalah untuk penjajakan rencana proses menyiapkan sampah plastik menjadi energi listrik. "Sekarang secara nasional memang presiden sedang melakukan pemetaan dari sampah untuk bisa menjadi energi listrik," ujarnya.

Menurut dia saat ini persoalan sampah plastik menjadi PR besar di Indonesia. Karena Indonesia termasuk pengguna plastik lima besar di dunia. "Maka bagaimana pengolahan sampah plastik menjadi energi listrik itu menjadi salah satu di dalam rencana umum energi daerah. Raperda rencana umum energi daerah sekarang sedang dibahas di DPRD," bebernya.

"Hari ini kita ke sini untuk melihat sampah bisa jadi energi listrik dan yang dikelola di sini awal Agustus adalah sampah plastik jadi listrik. Jadi kita sudah mengkoordinasikan beberapa kabupaten kota apakah sampah basah bisa jadi listrik ataukan sampah plastik menjadi listrik," tuturnya kembali.

Selain masalah pembangkit listrik Khofifah juga menemukan masalah lain. Ternyata bahan baku kertas bekas sudah menipis di PT Mega Surya. Penyebabnya adalah adanya eksport kertas bekas yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak.

Tertahannya bahan baku kertas itu karena adanya campuran sampah lain dalam kontainer. Yang ditemukan juga adalah sampah plastik. "Informasinya tadi sekitar 305 kontainer yang tertahan di Tanjung Perak dan potensi re eksport. Dan ini akan menjadi PR kami untuk mengkoordinasikan dengan kementrian KLHK dan kementrian perindustrian," kata perempuan yang juga Ketua Muslimat NU ini.

"Kita semua pasti menolak import sampah plastik. Tetapi kemudian import sampah kertas yang menjadi bahan baku pabrik kertas itu kemudian tertahan. Oleh karena itu harus dicari solusi supaya industri kertas di Indonesia lebih khusus di Jatim yang gunakan bahan baku kertas bekas tidak berhenti beroperasi," imbuh Khofifah kembali.

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi

--- Iklan Sponsor ---