Plt Sekdin Pendidikan Kabupaten Malang Puji Hariwati (Nana)
Plt Sekdin Pendidikan Kabupaten Malang Puji Hariwati (Nana)

Terdapat catatan penting dalam Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Yakni, terkait problematika dunia pendidikan yang sampai saat ini terus diminimalisasi oleh pemerintah.

Problematika dunia pendidikan itu sebenarnya hal klasik. Yakni, persoalan kesejahteraan guru serta mutu pendidik yang masih belum sesuai ekspektasi masyarakat banyak.

Hal ini dibenarkan juga oleh Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Puji Hariwati. Dia menyampaikan, dari catatan mendikbud RI, persoalan itu merupakan yang terjadi diberbagai daerah di Indonesia.

"Ini persoalan menyeluruh yang terjadi di mana pun. Tentunya setiap daerah juga berupaya dengan kemampuannya melakukan pemecahan persoalan ini. Tak terkecuali di Kabupaten Malang yang terus melakukan berbagai perubahan dan dukungan terkait hal itu," kata Puji, Jumat (03/05/2019) kepada MalangTIMES.

Di tingkat kesejahteraan guru, khususnya guru tidak tetap (GTT) yang memang masih terbilang besar secara jumlah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus berupaya memfasilitasinya. Baik melalui pola yang diluncurkan pemerintah pusat, yaitu pegawai lemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) sampai bantuan insentif dari anggaran daerah bagi GTT yang setiap tahun ditingkatkan.

Wakil Bupati (Wabup) Malang Sanusi pernah menyampaikan bahwa dukungan Pemkab Malang terkait kesejahteraan guru setiap tahunnya terus dikawal dirinya. "Untuk tahun depan pun, saya sudah menginstruksikan menghitung kekuatan anggaran daerah untuk insentif GTT. Ada keinginan dari mereka insentif naik sampai 50 persen. Setelah dihitung tim anggaran, kami mampu. Ada sekitar Rp 40 miliar untuk insentif ini tahun depan," ujar Sanusi. "Kami tentu akan terus memperjuangkan kesejahteraan guru," imbuhnya.

Sedangkan terkait mutu pendidik, Puji mengatakan, di ranah lembaga pendidikan negeri sebenarnya sudah berjalan. Artinya, linieritas antara latar belakang pendidik dengan fungsinya mengajar siswa sudah berjalan di Kabupaten Malang. Mutu pendidik yang linier dengan latar belakangnya menjadi bagian tak terpisahkan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai sekolahan.

"Bukan dalam rangka polarisasi antara sekolah negeri dan swasta. Tapi kenyataan di lapangan memang linieritas ini juga sebagai faktor dalam meningkatkan mutu pendidikan. Secara umum untuk negeri sudah sesuai prosedur, linier," urainya.

Persoalan adalah di tingkat sekolah swasta. Menurut Puji, di swasta perlu terus ditingkatkan terkait linieritas para pendidik terkait mutu pendidikan. 

"Bukan berarti bahwa sekolah swasta tidak berprestasi. Kita ketahui, banyak sekolah swasta juga kerap mendapat apresiasi di berbagai skala," ucap Puji yang tidak pernah membedakan antara lembaga pendidikan swasta dan negeri.

"Bagi saya, sama-sama mengemban amanah mencerdaskan anak bangsa. Karena itu, kita juga kerap melakukan koordinasi dengan berbagai yayasan. Tapi memang tahun ini terkait mutu, kita harus terus berbenah di semua lini," pungkasnya.