Terbuat dari Suket, Wayang Mbah Kardjo Sudah ke Mancanegara | Jatim TIMES

Terbuat dari Suket, Wayang Mbah Kardjo Sudah ke Mancanegara

Apr 01, 2019 20:36
Samsul Subakri atau Mbah Kardjo saat membuat Wayang Suket di kediamannya yang terletak di Jl bantaran sungai Brantas dibawah jembatan Soekarno Hatta Kota Malang
Samsul Subakri atau Mbah Kardjo saat membuat Wayang Suket di kediamannya yang terletak di Jl bantaran sungai Brantas dibawah jembatan Soekarno Hatta Kota Malang

Rumput mendong yang biasa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan tikar, di tangan Samsul Subakri disulap menjadi kerajinan wayang suket. Wayang suket buatannya tersebut diberi nama Puspa Sarira yang dalam bahasa sansekerta artinya badan yang terbuat dari bunga.

Wayang sendiri dikatakannya berarti bayangan. Sedangkan wayang suket sendiri dikatakan Samsul merupakan wayang yang dibuat dari rumput dengan filosofi dari cerita yang akan dimainkan. "Wayang suket ini dibuat berdasarkan filosofi cerita yang akan dimainkan, dan biasanya saya buat spontan saat akan memainkannya" jelas Samsul kepada MalangTimes.com saat ditemui di rumahnya Senin (1/4/2019).

Sehari - harinya, pria ini akrab dipanggil Mbah Kardjo. Menurutnya, nama dia merupakan akronim dari Konservasi Asli Rakyat Di Luar Jalur Observasi.

Ia mengawali membuat wayang suket tersebut di tahun 2012. Dikatakannya saat itu ia hanya sekedar untuk hobi saja. Namun sejak tahun 2014, ia mengatakan bahwa wayang tersebut sudah mulai dijual dan juga sebagai bahan untuk konservasi lingkungan. "Sebelumnya saya mengawali membuat wayang kresek, wayang gombal, wayang godong, dan sekarang wayang suket ini" papar Kardjo.

Untuk cerita yang dibawakan Kardjo dalam pementasan wayang suket tersebut, dikatakanya membawa cerita kekinian tentang kehidupan sosial saat ini. Cerita tersebut, tentunya dibawakan dalam bahasa kekinian juga. "Ceritanya tetap kritis, tp yang saya bawakan saya ambil dari lingkungan sekitar tempat saya manggung, biar penonton lebih paham dan lebih meresap untuk pesan yang saya bawakan" tegas Kardjo.

Selain itu, untuk produksi sebuah wayang suket sendiri dikatakannya hanya butuh waktu 10 sampai 15 menit saja. Sedangkan ia mengatakan pernah membuat sebanyak 500 biji hanya dalam seminggu saja. "Rekor terbanyak pernah saya buat 500 biji dalam seminggu, total sampai saat ini saya sudah buat sekitar 6000 wayang suket, dan semuanya berbeda meskipun karakternya sama" ujar Kardjo.

Ia juga menuturkan pernah memberi wayang suket tersebut secara langsung kepada Presiden RI Jokowi. Tak hanya itu, wayang buatannya tersebut sudah banyak dibawa turis asing mancanegara sebagai oleh - oleh dari Kota Malang. "Turis mancanegara banyak yang bawa pulang, biasanya sepasang, karakter laki - laki dan perempuan" tegasnya.

Untuk harganya sendirj, wayang suket buatan Kardjo tersebut dibandrol antara Rp 25 ribu hingga Rp 300 ribu, tergantung ukuran dan tingkat kerumitannya.

Sementara itu, ia mengatakan bahwa untuk pembuat wayang suket sendiri saat ini di Malang Raya, khususnya Kota Malang memang sudah banyak, namun untuk pembuat wayang suket dengan dasar filosofi seperti yang dibuatnya masih belum ada penerusnya. Hal tersebut dikarenakan tak semua orang mampu memahami bagaimana mrnuangkan filosofi dalam pembuatan wayang suket tersebut.

"Satu - satunya pembuat wayang suket sekaligus dalangnya di Malang cuma saya, soalnya wayang suket seperti yang saya buat ini susah difilosifinya, masih belum ada yang mau mewarisi tradisi ini" pungkasnya. 

Topik
Malang Berita Malang Rumput mendong kerajinan wayang suket Wayang Mbah Kardjo Jl bantaran sungai Brantas

Berita Lainnya