300 Wisman Tiap Hari Masuk Kampung Tematik, Malang Kian Kokoh sebagai Kota Kreatif Dunia

Reporter

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy

28 - Nov - 2025, 07:30

Kunjungan wisatawan mancanegara ke kampung tematik Kota Malang.(Foto: Istimewa).


JATIMTIMES - Kota Malang kembali memantapkan diri sebagai magnet wisata budaya kelas dunia. Sepanjang Januari hingga November 2025, rata-rata 300 wisatawan mancanegara tercatat keluar masuk kampung-kampung tematik setiap hari. 

Kebanyakan dari mereka awalnya datang untuk menikmati pesona Bromo atau menghadiri konferensi di kampus-kampus Kota Malang. Namun akhirnya memperpanjang waktu tinggal demi menjelajahi beragam kampung kreatif yang ikonik.

Baca Juga : Bakesbangpol Gelar Sosialisasi Anti Korupsi, Wali Kota Mas Ibin: Bangun Kota Blitar Harus dengan Integritas

Lonjakan kunjungan ini menegaskan bahwa kampung tematik bukan lagi sekadar atraksi lokal, melainkan destinasi unggulan yang memikat pelancong internasional. Kampung Heritage Kajoetangan, misalnya, menjadi tujuan favorit. Disusul Kampung Warna-warni Jodipan, Kampung Tridi, hingga Kampung Biru Arema. 

Para wisatawan memburu spot-spot foto yang instagramable, mulai dari mural 3D, rumah-rumah berwarna mencolok, hingga lanskap bantaran Sungai Brantas yang begitu khas. Di Kajoetangan Heritage, wisatawan dari Eropa tampak paling betah menyusuri gang-gang kecil yang menyimpan jejak kolonial.

Mereka berhenti di kedai-kedai lokal, mengamati detail bangunan tua, dan menikmati suasana kampung yang tenang, sebuah pengalaman yang disebut sebagai "heritage living atmosphere" yang jarang ditemui di kota besar lain.

Ayu Fitriatul Ulya, kepala Pusat Kajian Pariwisata Diploma Kepariwisataan Unmer Malang, menyebut peningkatan wisatawan mancanegara ini bukan hal kebetulan. Menurut dia, branding Malang sebagai kota kreatif dunia di jaringan UNESCO semakin menguatkan daya tarik global. 

“Malang kota Instagramable dan cultural friendly yang menyediakan spot foto kekunoan dan kekinian. Orang Eropa mengenal Malang sebagai Paris van Java, dan itu sangat membantu mendatangkan wisatawan baru,” ujarnya.

Sementara kampung-kampung tematik lain ramai oleh wisatawan kasual, Kampung Budaya Polowijen (KBP) justru menawarkan pengalaman yang lebih mendalam.

Bukan hanya berfoto, turis mancanegara memilih paket “sinau budaya”, seperti belajar Topeng Malangan, menari jaranan, membatik, hingga mencicipi jajanan tradisional. KBP muncul sebagai pusat pembelajaran budaya yang semakin diincar para peneliti dan mahasiswa asing.

Kunjungan ke KBP pada Oktober hingga November 2025 didominasi rombongan kampus luar negeri seperti Universiti Sains Islam Malaysia, Universiti Utara Malaysia, Universiti Teknologi Malaysia, serta sejumlah universitas top dunia seperti Peking University, Indian Institute of Science (IISc), University of Delhi, dan Osaka University.

Baca Juga : Kementerian Kebudayaan Dorong Talenta Seni Rupa, Mini ArtFest Hadir di Malang Creative Centre

Mereka datang membawa fokus studi mulai dari budaya Panji hingga ekonomi kreatif, bekerja sama dengan akademisi dari UB dan Unair. Rata-rata setiap rombongan terdiri dari 20 wisatawan akademik yang terlibat aktif dalam sesi riset lapangan.

Penggagas KBP sekaligus ketua Pokdarwis Kota Malang Isa Wahyudi atau Ki Demang menyebut naiknya kunjungan wisatawan dunia tak lepas dari kolaborasi pentahelix yang saling merekomendasikan kampung-kampung kreatif sebagai destinasi edukasi budaya.

"Kampung-kampung tematik menawarkan otentisitas. Itu yang dicari turis mancanegara. Apalagi dengan kreativitas digital, promosi bisa menyebar jauh lebih cepat,” ungkapnya.

Tingginya minat wisatawan global menjadi bukti bahwa kampung tematik dan kampung budaya di Kota Malang mampu menghadirkan pengalaman yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kaya pengetahuan dan kedekatan budaya. 

Fenomena ini sekaligus memperkuat posisi Malang sebagai kota kreatif dunia, mendorong ekonomi warga, dan memastikan ekosistem budaya lokal terus tumbuh dalam ritme yang lebih hidup dari sebelumnya.


Topik

Wisata, Kota Malang, wisatawan mancanegara, kampung tematik,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette