Dorong Perlindungan Khusus untuk Ojol, Lilik DPRD Jatim Usul Konsep Asuransi Mikro

30 - Aug - 2025, 07:40

Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur (Jatim) Lilik Hendarwati bersama para pengemudi ojol.


JATIMTIMES - Insiden yang menewaskan pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob menjadi sorotan berbagai pihak. Hal ini juga menjadi perhatian Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur (Jatim) Lilik Hendarwati.

Ia menilai bahwa pengemudi ojol memiliki risiko tinggi saat bekerja. Karena itu, Lilik mendorong pemerintah bersama perusahaan aplikator memberikan program perlindungan khusus bagi para driver.

Baca Juga : Forum Cinta Damai Kediri Serukan Saling Menjaga Keamanan dan Persatuan

“Belajar dari peristiwa meninggalnya Affan Kurniawan kemarin, ke depan sudah saatnya ojol mendapatkan kesejahteraan. Mereka punya risiko besar menjadi korban peristiwa jalanan,” ujar Lilik, Sabtu (30/8/2025).

Lilik sendiri juga dikenal dekat dengan kelompok pengemudi ojol. Ia turut aktif membina para driver ojol dalam berbagai kesempatan. Praktis, ia pun memiliki kedekatan emosional dengan driver ojol.

Tak jarang ia mendapat sejumlah keluhan mengenai beban hidup yang ditanggung para pengemudi ojol. Salah satu yang kerap dikeluhkan adalah soal jaminan keselamatan. 

Menurutnya, sejumlah langkah bisa ditempuh agar driver ojol memperoleh jaminan keselamatan dan kesejahteraan. Pertama, pemberian BPJS Ketenagakerjaan dengan cakupan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

"Skema iuran Rp16 ribu per bulan idealnya ditanggung bersama antara driver dan aplikator," jelas legislator Dapil Jatim I Surabaya itu.

Baca Juga : Pedagang Liar Masih Menjamur di Area Steril Alun-alun Kota Batu, Satpol PP: Butuh Lokalisir dan Jam Khusus

Selain itu, Lilik juga menawarkan konsep asuransi mikro harian dengan premi Rp2.000–Rp3.000 per hari yang dipotong langsung dari saldo aplikasi. “Manfaatnya bisa berupa santunan kecelakaan, biaya rawat inap, hingga santunan meninggal,” urainya.

Khusus di Jawa Timur, Lilik menilai Pemprov bisa hadir melalui program subsidi asuransi dengan menggunakan APBD atau CSR BUMD pada tahun pertama. Selanjutnya, beban iuran bisa dibagi antara driver dan perusahaan aplikasi. Ia juga menegaskan perlunya asuransi kendaraan khusus ojol.

“Teman-teman ojol bayar Rp16 ribu per bulan saja terasa berat. Jangan sampai aplikator hanya ambil untung, sementara keringat dan air mata ditanggung pengemudi. Perusahaan aplikasi harus mau menanggung minimal 50 persen iuran,” tandasnya.


Topik

Pemerintahan, Driver Ojol, Affan Kurniawan, asuransi, Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, DPRD Jatim, Lilik Hendarwati,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette