Puluhan Demonstran Diamankan Usai Aksi Massa di Mapolresta Malang Kota

30 - Aug - 2025, 06:02

Aksi massa saat merusak water barrier dan baliho di Mapolresta Malang Kota. (Foto: Irsya Richa/ JatimTIMES)


JATIMTIMES - Buntut ricuhnya aksi massa di depan Polresta Malang Kota puluhan demonstran diamankan di Mapolresta Malang Kota, Sabtu (30/8/2025). Mereka yang diamankan lantaran merusak fasilitas umum khususnya di Mapolresta Malang Kota.

Totalnya ada 61 demonstran, dengan rincian 40 demonstran diantaranya usia dewasa, sisanya 21 demonstran usia remaja. Hingga saat ini orang tua para demonstran berdatangan untuk menjemput anak-anaknya yang berada di Polresta Malang Kota.

Baca Juga : Pimred JatimTIMES Kupas Peran Media dalam Advokasi di Diklat Paralegal 2025 LBH Rumah Keadilan

Untuk menjemput mereka, sejumlah kelengkapan berkas harus dibawa, seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), dan kartu pelajar. Jika sudah lengkap, mereka diperbolehkan pulang.

“Kami pastikan semuanya yang terlibat pengrusakan bisa pulang semua,” ungkap Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono saat di Mapolresta Malang Kota, Sabtu (30/8/2025).

Mereka diamankan, lanjut Nanang lantaran didapati melakukan pengerusakan fasilitas umum. Karena jika terbukti melakukan hal tersebut pihaknya akan memproses.

“Kalau terbukti, diproses dan wajib lapor. Jadi semuanya kami pastikan bisa pulang ke rumah dengan aman,” imbuh Nanang.

Saat mereka diamankan, yang mendapatkan luka-luka pada bagian tubuhnya langsung diberikan obat oleh pihak kepolisian. “Yang luka-luka kami obati semua,” tambah mantan Kapolresta Banyuwangi ini.

Sementara iru salah satu orang tua, Yono, warga Karangwidoro, Kabupaten Malang, memastikan kondisi anaknya sehat setelah bertemu di ruang pemeriksaan. “Kondisinya aman dan sehat,” ujar Yono.

Yono menceritak anaknya bisa terlibat dalam aksi massa karena ajakan dari temannya sepulang kerja. Kemudian mendapatkan kabar diamankan di kawasan Kayutangan Heritage.

“Saat itu anak saya diajak temannya sepulang kerja. Saya dapat kabar dari sepupu kalau anak saya ditangkap di Kayutangan,” terang Yono.

Baca Juga : Dampak Pembuangan Limbah, Dua Titik Sungai di Kota Batu Tercemar Ringan

Diberitakan, kericuhan ini berawal dari aksi solidarotas yang dilakukan oleh mahasiswa dan pengemudi ojek online (ojol) yang digelar di Alun-Alun Merdeka Kota Malang pada Jumat (29/8/2025) sore. Hal ini karena peristiwa yang menimpa Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang tewas terlindas kendaraan rantis Brimob saat demo di DPR RI. 

Massa akhirnya bergerak untuk melakukan aksi di depan Mapolresta Malang Kota. Massa sempat berdialog dengan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono dan Pangdiv 2 Kostrad Mayjend TNI Susilo. 

Dialog yang tak mendapat titik temu, akhirnya justru memunculkan kericuhan. Massa membakar water barrier, melempar botol mineral, merusak baliho dan membakar di Mapolresta Malang Kota.

Karena massa tak kunjung bubar, kericuhan semakin parah usai pasukan Brimob Polda Jatim datang dan berusaha membubarkan massa sekitar pukul 23.00 WIB. Pasukan Brimob menembakkan gas air mata.

Tembakan gas air mata ini membuat massa berlarian. 17 demonstran dilarikan ke IGD RSUD Saiful Anwar. Sejumlah personel pun menjadi korban terkena lemparan batu maupun gas air mata.


Topik

Hukum dan Kriminalitas, Demonstrasi, demo, Mapolresta Malang Kota, demonstran, Kota Malang, ojek online,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette