Update Kondisi Usai Unjuk Rasa Ricuh di Malang, Pos Polisi Jadi Sasaran Amuk Massa
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Nurlayla Ratri
30 - Aug - 2025, 03:29
JATIMTIMES - Sejumlah pos polisi di Kota Malang mengalami kerusakan yang cukup parah, akibat kericuhan yang terjadi pada aksi unjuk rasa, Sabtu (30 Agustus 2025) dini hari. Kericuhan tersebut bermula pada aksi yang digelar pada Jumat (29 Agustus 2025) malam.
Beberapa pos polisi yang rusak tersebut seperti di simpang empat Jalan Raya Langsep, Pos Polisi Jalan Veteran, Pos Polisi Jalan Ciliwung, Pos Polisi Alun-Alun Merdeka. Selain pos polisi, sejumlah kerusakan juga terjadi di Mapolresta Malang Kota.
Baca Juga : Gas Air Mata Warnai Aksi Massa di Mapolresta Malang Kota, 17 Orang Dilarikan ke IGD RSSA
“Benar ada sejumlah pos polisi yang dirusak, detailnya masih kami dalami,” ucap ujar Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto.
Kerusakan terparah terjadi di Pos Polisi Alun-Alun Merdeka yang juga difungsikan sebagai Traffic Management Center. Pos dua lantai tersebut habis terbakar sekitar pukul 03.00 WIB. Saksi mata menyebut, massa langsung menyulut api begitu tiba di lokasi.
Bahkan polisi yang bertugas di pos tersebut terpaksa harus melarikan diri dan sempat berkejaran dengan massa. Informasi didapat JatimTIMES, api nyaris membakar seluruh peralatan pemantauan CCTV.
Selain itu, uang hasil pembayaran pajak kendaraan di loket pos juga ludes terbakar, bersama dua unit sepeda motor yang ada di lokasi.
Sementara itu, di pos polisi lain, kerusakan juga terjadi cukup parah. Kaca yang menjadi penutup pos polisi juga nampak pecah dan rusak parah. Coretan dinding dengan tulisan ACAB dan 1312 juga banyak memenuhi dinding pos polisi.
Selain itu, papan rambu dan imbauan juga nampak hangus dan rusak akibat terbakar. Kericuhan ini berawal dari aksi yang digelar pada Jumat (29/8/2025) sore di Alun-Alun Merdeka Kota Malang.
Aksi tersebut merupakan aksi solidaritas yang dilakukan oleh mahasiswa dan pengemudi ojek online (ojol), atas peristiwa yang menimpa Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang tewas terlindas kendaraan rantis Brimob, Kamis (27/8/2025) malam.
Baca Juga : Ramai Keluhan Warganet Kena Shadowban Gegara Kritik ke Pemerintah, Begini Cara Mengatasinya
Usai menggelar aksi dengan tertib di Alun-Alun Merdeka, massa akhirnya bergerak untuk melakukan aksi di depan Mapolresta Malang Kota. Massa sempat berdialog dengan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Hariyono dan Pangdiv 2 Kostrad Mayjend TNI Susilo.
Dialog yang tak mendapat titik temu, akhirnya justru memunculkan kericuhan. Massa awalnya hanya terlibat kericuhan di Mapolresta Malang Kota. Kericuhan semakin parah usai pasukan Brimob Polda Jatim datang dan berusaha menghalau massa sekitar pukul 23.00 WIB.
Bahkan hingga pasukan Brimob menembakkan gas air mata. Tembakan gas air mata ini membuat massa kocar kacir. Belasan orang juga harus dilarikan ke RS Saiful Anwar.
Selain massa aksi, sejumlah personel TNI dikabarkan juga turut menjadi korban. Baik karena gas air mata maupun terkena lemparan batu.
