Jumlah Kasus Narkotika di Surabaya Melonjak Hampir Seratus Persen
Reporter
M. Bahrul Marzuki
Editor
Nurlayla Ratri
25 - Aug - 2025, 08:27
JATIMTIMES - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya mencatat kenaikan pengguna obat terlarang di Kota Pahlawan. Tak tanggung-tanggung, kenaikannya hampir seratus persen hingga Agustus 2025 ini.
Pada Tahun 2023 pihak BNNK Surabaya mencatat ada 70 pengguna obat terlarang di Surabaya. Kemudian melonjak hingga 423 kasus di Tahun 2024. Dan pada tahun 2025 ini hingga Agustus ini sudah mencapai 788 kasus.
Baca Juga : UIN Malang Lantik Wakil Dekan dan Kaprodi, Rektor Tegaskan Amanah dan Target Ketat
"Ada kenaikan yang cukup tinggi," terang Kepala BNN Kota Surabaya, Kombespol Heru Prasetyo saat dialog bersama jurnalis di Surabaya, Senin (25/8).
Menurut dia tren kenaikannya memang hampir mencapai seratus persen jelang akhir Agustus ini. Dan diperkirakan bakal melebihi hingga dua kali lipat pada pengujung tahun 2025 nanti.
Pihak BNN telah melakukan survei terhadap kelurahan, petugas Babinsa, Bhabinkamtibmas dan masyarakat. "Hasilnya di tahun 2025 itu dua, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Tandes dan Kelurahan Benowo," bebernya.
Menurut dia di dua kelurahan itu statusnya rawan. "Selebihnya siaga dan aman. Yang paling tinggi bahaya tapi tidak ada di Surabaya," kata dia.
Kemudian ada lain berdasarkan kepolisian dari Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Berdasarkan hasil ungkap kasus dua institusi kepolisian tersebut daerah rawan berada di Jalan Kunti, Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir.
Baca Juga : Studi Terbaru Korea Selatan Beberkan Perut Buncit Tingkatkan Risiko Kanker pada Wanita
Sementara itu Direktur Plato Fondation, Dita Amalia senada menambahkan perihal adanya lonjakan kasus penyalah guna obat terlarang ini. Bahkan menurut dia kini tren tersebut mulai menyasar ke anak-anak dan perempuan.
Untuk anak-anak kata dia kenaikan mencapai hampir 40 persen. Sementara untuk perempuan sudah tembus 60 persen.
