PLN Malang Ingatkan Warga Waspada Oknum Mengaku Petugas, Begini Cara Membedakannya
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
23 - Aug - 2025, 02:03
JATIMTIMES - Kasus penipuan dengan modus mengaku sebagai petugas PLN masih kerap terjadi di masyarakat. Modusnya beragam, mulai dari berpakaian menyerupai petugas, mengaku sedang mengganti meteran, hingga meminta sejumlah uang. Menyikapi hal ini, PLN UP3 Malang mengingatkan warga untuk lebih waspada dan tidak mudah percaya sebelum melakukan konfirmasi.
Manager PLN UP3 Malang, Agung Wibowo, menegaskan bahwa pekerjaan lapangan memang banyak dilakukan oleh vendor resmi. Namun, masyarakat harus jeli membedakan mana petugas asli dan mana yang hanya mengaku-ngaku.
Baca Juga : Dukung Percepatan Asta Cita Presiden Prabowo, Ini Langkah DPP LDII
“Minimal satu hal yang harus diingat, setiap petugas PLN atau vendor resmi selalu dibekali surat tugas. Kalau ada yang datang tanpa bisa menunjukkan surat tugas, bisa dipastikan itu bukan petugas PLN,” tegas Agung beberapa waktu lalu.
Agung menjelaskan, petugas resmi PLN maupun vendor yang ditunjuk memiliki identitas yang jelas. Mereka biasanya datang menggunakan kendaraan operasional khusus, berpakaian sesuai ketentuan, dan bisa menunjukkan surat tugas yang sah.
“Kalau ada keraguan, warga bisa langsung memfoto surat tugas itu lalu mengirimkannya kepada kami. Nanti akan kami pastikan apakah surat tersebut benar dan legal,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa petugas PLN tidak pernah meminta uang secara langsung kepada pelanggan. Jika ada yang meminta bayaran, masyarakat diminta menolak dan segera melapor.
Untuk menghindari penipuan, Agung menyarankan warga agar tidak hanya bergantung pada nomor kontak yang diberikan oknum di lapangan, sebab nomor tersebut bisa saja dimanipulasi. Cara paling aman adalah melakukan konfirmasi langsung ke kantor PLN terdekat.
“Kami sudah menyiapkan kontak person resmi, baik dari saya maupun manajer di masing-masing rayon. Namun, paling aman tetap datang langsung ke kantor PLN untuk memastikan kebenarannya,” ujarnya.
Agung juga menekankan, jika masyarakat mendapati aktivitas mencurigakan, lebih baik tidak dilayani terlebih dahulu sampai ada kepastian dari pihak PLN.
Baca Juga : Pragaan Fair Picu Ledakan Emosi, Panlok: Pihak Kecamatan Lempar Batu Sembunyi Tangan
Selain melalui kantor, masyarakat juga bisa memanfaatkan PLN Mobile sebagai kanal digital resmi. Melalui aplikasi ini, pelanggan dapat menyampaikan keluhan, laporan, maupun konfirmasi terkait aktivitas petugas di lapangan.
“Dengan PLN Mobile, pelanggan tidak perlu kontak langsung dengan petugas. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti oleh tim kami. Jadi lebih aman, karena sifatnya terdata dan bisa diverifikasi,” jelas Agung.
Menurutnya, digitalisasi layanan ini membantu menekan potensi penipuan yang mengatasnamakan PLN. “Jadi, lebih baik lapor melalui aplikasi daripada langsung mengizinkan orang yang belum jelas identitasnya bekerja di rumah,” tandasnya.
Agung menutup dengan imbauan agar masyarakat tidak segan melakukan konfirmasi sebelum memberi izin petugas melakukan pekerjaan. “Kalau tidak yakin, jangan dilayani dulu. Cukup foto, kirimkan ke kami, atau datang ke kantor PLN. Insya Allah lebih aman begitu,” pungkasnya.
