free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Pragaan Fair Picu Ledakan Emosi, Panlok: Pihak Kecamatan Lempar Batu Sembunyi Tangan

Penulis : Romzul Fannani - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

22 - Aug - 2025, 20:22

Loading Placeholder
Pengendara melintas di depan Kantor Kecamatan Pragaan (Foto: Romzul Fannani/jatimTIMES)

JATIMTIMES - Pihak kecamatan atau panitia inti dari gelaran Pragaan Fair 2025 dan Parade Tong-tong Serek dinilai cuci tangan setelah penampil banjari menuntut uang transportasi sebagai hak yang pernah dijanjikan panitia.

Seorang informan yang enggan disebutkan namanya menceritakan, kondisi tersebut menjadi pemicu kekecewaan Panitia Lokal (Panlok).

Baca Juga : Kebocoran Talang Air Pasar Induk Among Tani Batu Makin Parah dan Rugikan Pedagang, DPRD Desak Percepat Perbaikan

Sebab, pihak yang bertanggung jawab penuh dalam kegiatan, justru terkesan lepas tangan terhadap polemik yang terjadi di lingkungan eksternal panitia.

"Rapat hanya panitia. Kan yang kisruh pihak banjari," katanya, melalui pesan Whatsapp kepada awak media, Kamis(21/08/2025).

Dia pun meminta, agar ketua banjari juga dihadirkan pada saat rapat, agar isu terkait ongkos jalan yang dijanjikan panitia tersampaikan dengan jelas.

"Bagaimanapun perwakilan banjari harus diundang, takutnya informasi yang disampaikan melalui koordinator penampilan ditangkap dengan salah maksud," pintanya.

Tak cukup dengan itu, bahkan sumber berita ini meneruskan pesan dari grup pelaksana gelaran, yang menunjukkan ledakan emosi dari Panlok.

"Kalau seperti ini sama halnya dengan lempar batu sembunyi tangan. Pahit manis kita bersama, panitia inti juga harus juga bertanggung jawab, minimal mengumpulkan atau mendatangi ketua banjari," pintanya.

Menjawab kondisi tersebut, lanjut dia, pengampu inti justru tak mau mengambil langkah, sebab jika mereka berkomunikasi langsung dengan pihak ketiga atau penampil, akan keluar dari kewajibannya sebagai panitia inti.

"Karena katanya, saat rapat pembubaran panitia Ad Hoc Pragaan Fair 2025 Camat Pragaan sudah menjelaskan, koordinator penampilan berkewajiban menyampaikan informasi ke pihak ketiga, kalau mereka butuh penjelasan," jelasnya.

Baca Juga : Kolaborasi Dua Wakil Kepala Daerah di Surabaya dan Sidoarjo Buat Pengusaha Property Tak Berkutik, Janjikan Pengembalian 

Dia juga mengakui, Camat Pragaan tidak menyiapkan anggaran transportasi bagi penampil, termasuk banjari. Namun sebagai gantinya, panitia membuatkan Nomor Induk Kesenian (NIK) yang akan diberikan saat penutupan HUT RI ke-80 nanti.

Secara terpisah, salah satu anggota grup banjari yang tampil dan meminta namanya tidak disebut, mengatakan bahwa panitia justru saling tuding saat ditanya ongkos jalan grup banjarinya. "Langsung hubungi Mas Asfi, ya mas. Tapi kemungkinan itu dilimpahkan lagi ke Bahris," ungkapnya, pada Jumat (22/08/2025).

Melalui pesan Whatsapp, media ini pun menghubungi Bahris dan Asfi sebagai pihak yang disebut memiliki wewenang menjawab kerancuan di luar. Namun disamping itu, Bahris justru melimpahkan hal ini kepada pihak pemangku. Sementara itu, Asfi belum merespon upaya wartawan. 

"Maaf belum bisa merespon maksimal karna keterbatasan wewenang," ucap Bahris.

Selain itu, wartawan jatimtimes.com juga mengirim pesan Whatsapp kepada Indra Hermawan Camat Pragaan, untuk diminta klarifikasi terkait polemik yang terjadi. Namun hingga berita ini turun, yang bersangkutan juga belum memberikan respon.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Romzul Fannani

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---