Wabup Lathifah Apresiasi Kemenko PM yang Gerak Cepat Siapkan Pembentukan Malang Migrant Center

20 - Aug - 2025, 06:27

Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib saat menerima kunjungan jajaran Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat RI di Peringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang, Rabu (20/8/2025). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib mengapresiasi Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI atas upaya dan gerak cepatnya dalam mempersiapkan pembentukan Malang Migrant Center di Kabupaten Malang. 

Hal itu disampaikan Lathifah saat menerima kunjungan rombongan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI yang dipimpin Deputi I Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Leontinus Alpha Edison dan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Andie Megantara di Peringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Talkshow Alumni ABM: Bukti Peran Kampus dalam Menyiapkan Lulusan Berdaya Saing

Lathifah menyampaikan, bahwa rencana pembentukan Malang Migrant Center ini berangkat dari kegiatan Global Talent Day yang berlangsung pada tanggal 8 sampai 9 Agustus 2025 di Harris Hotel and Conventions Malang dan Pendapa Eks Kawedanan Singosari yang dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Abdul Muhaimin Iskandar. 

"Pak Menko waktu itu hadir. Rupanya pak menko sangat terkesan, sehingga secara langsung beliau menyampaikan bahwa Kabupaten Malang dipilih untuk pembentukan Malang Migrant Center," ungkap Lathifah kepada JatimTIMES.com, Rabu (20/8/2025). 

Pihaknya menyebut, jajaran Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI melakukan gerak cepat dan akselerasi dalam melakukan persiapan pembentukan Malang Migrant Center. Pasalnya, kurang dari dua pekan pasca gelaran Global Talent Day, rombongan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI kembali ke Kabupaten Malang untuk memaparkan segala persiapan untuk pembentukan Malang Migrant Center. 

"Teman-teman Kemenko PM ini sangat gercep atau gerak cepat ya. Kurang dari dua minggu setelah acara Global Talent Day, rombongan Kemenko PM kembali ke Kabupaten Malang untuk menyeriusi pembentukan Malang Migrant Center," ujar Lathifah. 

Foto bersama.

Lathifah mengaku, hal ini merupakan kehormatan yang luar biasa bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yang telah ditunjuk oleh pemerintah pusat untuk pembentukan Malang Migrant Center. 

Pejabat publik yang pernah menjadi anggota DPR RI ini mengatakan, bahwa jika di Kota Malang memiliki Malang Creative Center (MCC), Kabupaten Malang nantinya akan memiliki Malang Migrant Center (MMC). Hal itu sangat beralasan. Pasalnya, Kabupaten Malang gudangnya pekerja migran Indonesia di wilayah Malang Raya. 

"Karena memang kita merupakan daerah peringkat ketujuh nasional dan peringkat empat se Jawa Timur untuk pengirim pekerja migran, jadi ini sesuatu kehormatan yang luar biasa bagi Pemerintah Kabupaten Malang ditunjuk sebagai pilot project untuk pengembangan migrant center," jelas Lathifah. 

Perempuan yang merupakan cucu salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH. Bisri Syansuri  ini menyampaikan, nantinya Malang Migrant Center akan berfungsi sebagai fasilitator para pekerja migran Indonesia Kabupaten Malang, mulai dari persiapan sebelum berangkat hingga kembali pulang ke Indonesia. 

Untuk memaksimalkan fungsi dari Malang Migrant Center, pihaknya juga berencana menggandeng beberapa perguruan tinggi di Malang Raya. Beberapa di antaranya Universitas Kepanjen, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang. 

"Dengan adanya Malang Migrant Center ini, masyarakat tidak lagi bingung mencari informasi terkait prosedur, perlindungan, hingga layanan setelah kembali pulang," tutur Lathifah. 

Keberadaan Malang Migrant Center nantinya juga akan mencegah terjadinya pengiriman pekerja migran Indonesia dari Kabupaten Malang secara ilegal. Nantinya, di jajaran deputi satu, deputi dua dan deputi tiga di Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI akan berkolaborasi menyukseskan program Malang Migrant Center. 

Baca Juga : Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Pusat Perpustakaan Bakau Dunia

"Kalau Malang Migrant Center ini sementara fokusnya ke pekerjanya dulu. Nanti deputi yang lain itu yang akan membantu kita untuk sosialisasi kemudian untuk pendampingan keluarga pekerja migran yang ditinggalkan," kata Lathifah. 

Selain itu, melalui Malang Migrant Center, dipastikan para pekerja migran Indonesia dari Kabupaten Malang yang bekerja keluar negeri memiliki kemampuan sesuai dengan harapan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Abdul Muhaimin Iskandar.

"Pemerintah pusat itu punya keinginan kita tidak mengirimkan tenaga unskill (tidak memiliki kemampuan atau keterampilanl). Jadi yang dikirim tenaga yang punya keterampilan. Jadi martabat bangsa juga terangkat, secara pribadi juga lebih terhormat, pendapatan juga lebih bagus. Keamanan dan perlindungannya juga lebih baik," jelas Lathifah. 

Lebih lanjut, Lathifah mengatakan, untuk Malang Migrant Center ini nantinya akan mencakup wilayah Kabupaten Malang. Tetapi tidak menutup kemungkinan cakupan Malang Migrant Center bisa menjangkau Malang Raya atau bahkan wilayah Jawa Timur. 

"Sementara cakupannya untuk Kabupaten Malang dulu, karena ini kan pilot project. Kalau prototype nya sudah bagus, nanti akan dikembangkan di daerah lain. Mungkin ini akan berimbas ke Malang Raya. Di Jawa Timur kita yang pertama," ungkap Lathifah. 

Sementara itu, Deputi I Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Leontinus Alpha Edison mengatakan, Malang Migrant Center ini nantinya harus menjadi suatu wadah perlindungan bagi para pekerja migra Indonesia Kabupaten Malang melalui sistem yang lebih kuat. 

Leontinus juga menegaskan, pembentukan Malang Migrant Center tidak boleh hanya menjadi proyek simbolis atau seremonial saja. Tetapi harus ada penguatan sistem, regulasi dan sinergi antar lembaga, termasuk dengan pemerintah daerah. 

"Fungsi pengawasan, pelaporan, dan penindakan harus jelas, agar tidak hanya menjadi tempat informasi tetapi juga pusat perlindungan nyata bagi pekerja migran," tandas Leontinus.


Topik

Pemerintahan, Wabup Malang, Lathifah Shohib, Kemenko PM, Malang Migrant Center,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette