Good Swimming Academy Gandeng Pakar Internasional, Ajarkan Teknik Selamatkan Diri di Laut Lepas
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Dede Nana
20 - Aug - 2025, 02:56
JATIMTIMES - Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan, Good Swimming Academy Indonesia (GSAI) melakukan terobosan penting dengan melibatkan Coach mereka untuk mengikuti pelatihan Water Safety Internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Malang.
Keterlibatan Coach mereka dalam kegiatan bertujuan untuk memperbarui kurikulum di bidang water safety yang diisi oleh Bapak Kamal Bin Talib, MBA, Ph.D dari Universitas Malaysia Trengganu (UMT).
Program sertifikasi ini digelar selama dua hari, yakni 18 hingga 19 Agustus 2025, bertempat di Ruang Seminar lantai 1 Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang. Fokus utama materi adalah keselamatan di laut lepas dan pertolongan pertama terhadap korban tenggelam.
Baca Juga : Cuaca Ekstrem Karamkan Puluhan Perahu di Situbondo, Nelayan dan Wisata Bahari Ikut Terdampak
Menurut Coach Eka Yunita Rahayu, sertifikasi ini sangat penting. Karena menyangkut keterampilan dasar yang seharusnya dipahami masyarakat luas. “Teknik bubbling dan teknik apungan sudah sering kami ajarkan kepada siswa GSAI, dan kali ini kembali ditekankan sebagai materi dasar sertifikasi,” jelas Eka.
Ia juga menambahkan, kemampuan menyelamatkan orang tenggelam bukan hanya keterampilan tambahan, tetapi bisa menjadi penentu hidup dan mati.
Hal senada juga disampaikan Coach Muhammad Syauqiy Riza Fachriza. Menurutnya, dalam kondisi darurat, penyelamat harus memprioritaskan keselamatan diri terlebih dahulu.
“Kami melakukan praktek teknik penyelamatan diri dan berkelompok. Jadi ketika situasi genting terjadi, kami tahu tindakan apa yang harus dilakukan terlebih dahulu,” ungkap Syauqiy yang saat ini membina siswa kelas Kids di GSAI.
Praktik penyelamatan dilakukan di kolam renang FIK Universitas Malang dengan peserta yang terdiri dari mahasiswa serta para pelatih renang GSAI. Coach Affan Priyo menegaskan, materi ini akan menjadi tambahan kurikulum penting di GSAI.
Baca Juga : Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Pusat Perpustakaan Bakau Dunia
Sementara itu, Dr Kamal Bin Talib menekankan bahwa kemampuan menyelamatkan orang berbeda dengan sekadar pandai berenang. Sebab, penyelamatan harus memiliki tata cara dan ilmu yang memadai.
“Orang yang pintar berenang belum tentu bisa menyelamatkan orang yang hampir tenggelam. Tapi orang yang paham tata cara penyelamatan bisa menolong korban tenggelam,” tegas Kamal.
