Proyek Drainase Suhat, Fokus Awal Tertibkan Pohon hingga Material Mulai Tiba
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Dede Nana
20 - Aug - 2025, 01:41
JATIMTIMES - Proyek drainase besar di koridor Jalan Soekarno–Hatta (Suhat) Kota Malang kini memasuki tahap penting. Tim Teknis Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur, Bagus Akbar, menegaskan bahwa sebagian besar pohon di jalur tersebut tidak sesuai untuk ditanam di tepi jalan.
“Dari 100 persen, 60 persen di antaranya tidak layak ditanam di pinggir jalan, seperti pohon palm hingga karet,” jelas Bagus kepada JatimTIMES, Rabu (20/8/2025).
Baca Juga : Ramalan Zodiak 20 Agustus 2025: 5 Zodiak Paling Hoki Kebanjiran Rezeki Hari Ini
Bagus menjelaskan bahwa pemotongan pohon tersebut memang sudah direncanakan. Bahkan sudah melalui analisis. Hasilnya ada sejumlah pohon yang seharusnya tidak layak ditanam di pinggir jalan. Apalagi, Jalan Soekarno-Hatta merupakan arus lalu lintas yang kerap dilalui.
“Pemotongan pohon itu memang yang tidak layak ditanam. Karena dikhawatirkan juga akan mengganggu atau membahayakan. Tapi nanti dipastikan akan diganti,” tegas Bagus.
Ia menambahkan, fokus pengerjaan dua minggu awal adalah penanganan pohon. Sebelum, nantinya masuk pada tahapan konstruksi drainase. “Sampai dua minggu masih pohon yang difokuskan. Setelah itu pengerjaan mulai dilakukan,” ungkap Bagus.
Berdasarkan data yang diterima media ini, Bagus menjelaskan bahwa saat ini material untuk pembangunan drainase sudah tiba. Mulai dari box culvert dan lain sebagainya. “Kami akan kerjakan mulai hilir dulu atau dari jembatan, karena pengerjaannya kan sampai Jalan Candi Panggung,” lanjut Bagus.
Berdasarkan data, proyek drainase Jalan Soekarno-Hatta menelan anggaran sekitar Rp32 miliar dari APBD Provinsi Jawa Timur. Sementara perbaikan drainase yang diperbaiki mencapai 1,3 km, mulai dari Jembatan Suhat hingga Candi Panggung. Dan untuk target konstruksi pengerjaan sendiri dilakukan mulai Juli hingga November 2025.
Baca Juga : Ramalan Zodiak 20 Agustus 2025: 5 Zodiak Paling Hoki Kebanjiran Rezeki Hari Ini
Untuk pohon terdampak, Bagus menjelaskan ada pendekatan selektif. Nantinya setiap pohon yang ditebang akan diganti dengan tanaman sesuai rekomendasi tata lingkungan.
Sementara itu, jalur Suhat dikenal rawan genangan saat musim hujan. Pemasangan box culvert skala besar diharapkan dapat meningkatkan kapasitas saluran, mengurangi risiko banjir, serta memperbaiki tata ruang kota.
