Prakiraan Cuaca Jatim hingga 24 Agustus 2025: Hujan Cukup Merata
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
19 - Aug - 2025, 11:56
JATIMTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prospek cuaca mingguan untuk periode 18-24 Agustus 2025. Sejumlah wilayah Jawa Timur diprediksi masih berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat meski wilayah Indonesia masih berada di puncak musim kemarau.
BMKG menyebut dinamika atmosfer saat ini masih cukup kompleks karena dipengaruhi faktor global, regional, dan lokal. Kondisi tersebut membuat udara tetap labil dan mendukung pembentukan awan konvektif penyebab hujan.
Baca Juga : Kapan Rabu Wekasan 2025? Berikut Sejarahnya
"Potensi hujan cukup merata di Jatim," tulis akun resmi @infobmkgjuanda, dikutip Senin (19/8/2025).
Daftar Wilayah yang Berpotensi Hujan
BMKG Jawa Timur merinci sejumlah daerah yang berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang sesaat.
• Senin (18 Agustus 2025): Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Kota Batu, Kota Madiun, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Surabaya, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban, Tulungagung.
• Selasa (19 Agustus 2025): Bangkalan, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Kota Batu, Kota Madiun, Kota Surabaya, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban, Tulungagung.
• Rabu (20 Agustus 2025): Bondowoso, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo.
• Kamis-Minggu (21-24 Agustus 2025): nihil.
Baca Juga : Anggaran Kesehatan Rp6,43 Triliun, Puguh DPRD Jatim Desak RS Milik Pemprov Berbenah
Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem
BMKG menjelaskan, hujan di Jawa Timur dipicu oleh kombinasi fenomena atmosfer, di antaranya:
• ENSO (El Nino-Southern Oscillation): Anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik tengah-timur berada di angka -0.2. Kondisi ini tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan awan hujan di Jawa Timur.
• Indian Ocean Dipole (IOD): Suhu muka laut di Samudera Hindia bagian barat menunjukkan anomali negatif dengan indeks -0.87. Situasi ini justru meningkatkan potensi pembentukan awan konvektif di wilayah barat Indonesia.
• Madden-Julian Oscillation (MJO): BMKG memprediksi MJO berada di fase 3 dalam sepekan ke depan, namun tidak terlalu berpengaruh terhadap proses pembentukan hujan di Jawa Timur.
• Anomali Suhu Muka Laut Lokal: Suhu muka laut di sekitar Jawa Timur berada pada kisaran 1,0°C hingga 1,5°C di atas normal, yang bisa menambah massa uap air di atmosfer.
• Streamline: Analisis angin pada ketinggian 3.000 kaki per 18 Agustus 2025 menunjukkan pergerakan angin dari timur hingga tenggara yang relatif stabil.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di tengah musim kemarau ini. Selain ancaman hujan lebat, risiko bencana lain seperti kekeringan dan kebakaran hutan juga perlu diantisipasi.
Masyarakat diimbau untuk:
• Menggunakan pelindung kulit dan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.
• Menghindari paparan sinar matahari langsung.
• Waspada terhadap bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
• Tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan atau membuang puntung rokok di area rawan kebakaran.
• Menghemat penggunaan air bersih.
• Memanfaatkan musim kemarau untuk perbaikan rumah, saluran air, hingga pembangunan infrastruktur kecil.
BMKG juga meminta masyarakat serta pihak terkait untuk terus memantau informasi terbaru terkait peringatan dini cuaca melalui aplikasi Info BMKG, SMS blast BMKG-KOMDIGI, media sosial resmi, kanal informasi BMKG, maupun Call Center 196. Semoga informasi ini membantu.
