free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Serba Serbi

Kapan Rabu Wekasan 2025? Berikut Sejarahnya

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

19 - Aug - 2025, 11:26

Loading Placeholder
Ilustrasi Rabu Wekasan. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Safar 1447 H kini memasuki pekan terakhir. Dalam tradisi sebagian masyarakat muslim, ada satu hari yang dianggap penting di akhir bulan ini, yakni Rabu terakhir Safar yang dikenal dengan sebutan Rabu Wekasan atau Rebo Wekasan.

Hari tersebut oleh sebagian kalangan diyakini sebagai waktu turunnya bala. Karena itu, muncul tradisi melakukan amalan tolak bala pada Rabu Wekasan.

Baca Juga : Nurcahyo Diganti, Besok Bupati Sanusi Lantik Pj Sekda Baru di Kabupaten Malang

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2025 terbitan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Rabu Wekasan tahun ini jatuh pada 20 Agustus 2025 yang bertepatan dengan 26 Safar 1447 H.

Bulan Safar sendiri akan berakhir pada Minggu, 24 Agustus 2025. Setelah itu, umat Islam akan memasuki bulan Rabiul Awal atau bulan Mulud.

Berikut daftar lengkap kalender Safar 1447 H:
• 1 Safar: 26 Juli 2025
• 2 Safar: 27 Juli 2025
• 3 Safar: 28 Juli 2025
• 4 Safar: 29 Juli 2025
• 5 Safar: 30 Juli 2025
• 6 Safar: 31 Juli 2025
• 7 Safar: 1 Agustus 2025
• 8 Safar: 2 Agustus 2025
• 9 Safar: 3 Agustus 2025
• 10 Safar: 4 Agustus 2025
• 11 Safar: 5 Agustus 2025
• 12 Safar: 6 Agustus 2025
• 13 Safar: 7 Agustus 2025
• 14 Safar: 8 Agustus 2025
• 15 Safar: 9 Agustus 2025
• 16 Safar: 10 Agustus 2025
• 17 Safar: 11 Agustus 2025
• 18 Safar: 12 Agustus 2025
• 19 Safar: 13 Agustus 2025
• 20 Safar: 14 Agustus 2025
• 21 Safar: 15 Agustus 2025
• 22 Safar: 16 Agustus 2025
• 23 Safar: 17 Agustus 2025
• 24 Safar: 18 Agustus 2025
• 25 Safar: 19 Agustus 2025
• 26 Safar: 20 Agustus 2025 (Rabu Wekasan)
• 27 Safar: 21 Agustus 2025
• 28 Safar: 22 Agustus 2025
• 29 Safar: 23 Agustus 2025
• 30 Safar: 24 Agustus 2025

Sejarah Rabu Wekasan

Dalam kitab Kanzun Najah Was-Surur Fi Fadhail Al-Azminah wash-Shufur, rujukan tajwid di Madura karya Abdul Hamid, disebutkan keterangan seorang sufi bahwa pada hari Rabu Wekasan Allah SWT menurunkan 320.000 bala bencana.

Karena keyakinan inilah, sejumlah ulama yang mempercayai turunnya bala pada Rabu terakhir Safar menganjurkan umat Islam melaksanakan amalan tertentu sebagai ikhtiar untuk menolak bala.

Catatan serupa juga ditemukan dalam beberapa kitab, antara lain Fathul Malik Al-Majid Al-Muallaf Li Naf’il ‘Abid Wa Qam’i Kulli Jabbar ‘Anid (Mujarrobat al-Dairobi), Al-Jawahir Al-Khams karya Syeikh Muhammad bin Khathiruddin Al-‘Atthar, serta Hasyiyah As-Sittin.

Baca Juga : Pembakaran Limbah Sebabkan Tempat Pemotongan Kayu di Kepanjen Kebakaran

Namun, anggapan bahwa Safar, terutama Rabu terakhirnya, identik dengan bala dibantah dalam kajian hadits.

Dalam buku 1001 Hal yang Paling Sering Ditanyakan tentang Islam karya Abu Muslim dijelaskan, keyakinan turunnya bala pada Rabu terakhir Safar tidak memiliki dasar baik dalam Al-Qur’an maupun hadits.

Nabi Muhammad SAW bahkan menegaskan bahwa bulan Safar bukanlah bulan sial. Beliau bersabda:
"Tidak ada penyakit menular, tidak ada thiyarah (merasa sial karena burung atau hewan tertentu), tidak ada hamah (kesialan karena burung gagak), dan tidak ada pula kesialan pada bulan Safar." (HR Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian, meski sebagian masyarakat masih melaksanakan tradisi Rabu Wekasan sebagai bentuk doa dan ikhtiar, dari sisi syariat Islam tidak ada dalil khusus yang menetapkannya sebagai hari bala. Semoga informasi ini bermanfaat. 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

Serba Serbi

Artikel terkait di Serba Serbi

--- Iklan Sponsor ---