Mahasiswa KKN Unisba Blitar Dorong UMKM Sentul Naik Kelas Lewat Strategi Digital Marketing

16 - Aug - 2025, 02:16

Foto bersama panitia, narasumber, dan peserta sosialisasi Strategi Bisnis di Era Digital di Balai Kelurahan Sentul. (Foto: Ist)


JATIMTIMES – Balai Kelurahan Sentul pada Selasa malam (29/7/2025) berubah menjadi ruang belajar kolektif bagi puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di sana, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar menggelar sosialisasi bertema “Strategi Bisnis di Era Digital: Mengoptimalkan Potensi UMKM dengan Strategi Digital Marketing”.

Kegiatan ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dalam mengakselerasi transformasi digital sektor usaha kecil. Ketua KKN Kelompok 20 Sentul, Arasy, mengatakan, langkah ini dirancang untuk membekali pelaku UMKM dengan keterampilan pemasaran yang relevan di tengah perubahan lanskap bisnis yang serba cepat.

Baca Juga : Upgrading Kehumasan: Langkah SH Terate Blitar Menyatukan Visi dan Publikasi Positif

Ia menyebutkan, kehadiran teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. “Kami berharap kegiatan ini menjadi bekal berharga bagi UMKM di Sentul untuk semakin kreatif dan adaptif dalam memanfaatkan teknologi digital,” kata Arasy.

Lurah Sentul, Sudarwanto SE, yang hadir dalam acara ini, mengapresiasi inisiatif mahasiswa. Menurutnya, program seperti ini selaras dengan upaya pemerintah daerah mendorong kemandirian ekonomi warga melalui inovasi. Ia menilai, jika pelaku UMKM mampu menguasai strategi pemasaran digital, jangkauan pasar produk lokal akan meluas tanpa batas geografis.

Meski Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Andiwi Meifilina, S.Sos., M.M., M.I.Kom, tidak hadir secara langsung, dukungannya tetap terasa. Dalam pesan yang disampaikan kepada tim KKN, ia menekankan pentingnya sinergi antara mahasiswa dan masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal melalui inovasi digital. “Penguasaan teknologi harus dimulai dari kesadaran bahwa pasar kini ada di genggaman tangan,” pesannya.

Untuk memperkuat materi, panitia menghadirkan praktisi digital marketing, Yufi Priyo Sutanto, ST., MM. Dengan gaya komunikatif, Yufi memaparkan strategi memanfaatkan media sosial, marketplace, dan konten kreatif sebagai senjata pemasaran. Ia mengingatkan, strategi konvensional saja tidak lagi memadai. “Di era digital ini, UMKM harus berani beradaptasi. Pemanfaatan teknologi adalah kunci untuk bertahan dan berkembang,” ujarnya.

Materi yang disampaikan Yufi tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif. Peserta diajak memahami cara membangun merek di media sosial, mengoptimalkan penggunaan foto produk, hingga merancang promosi yang tepat sasaran. Tak sedikit peserta yang langsung mencatat ide-ide baru untuk diterapkan pada usaha masing-masing.

Sesi ini dipandu oleh Berlian Anggun Raraswati sebagai moderator dan Hidhayatul Nur Laeli Wulandari sebagai pembawa acara. Keakraban yang tercipta membuat peserta aktif bertanya dan berdiskusi. Beberapa pelaku usaha bahkan berbagi pengalaman tentang kendala mereka dalam memasarkan produk di platform digital, mulai dari minimnya pengetahuan teknis hingga keterbatasan modal promosi.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan sertifikat dan konsumsi gratis bagi seluruh peserta. Meski sederhana, perhatian ini menambah semangat warga untuk mengikuti acara hingga tuntas.

Baca Juga : Tak Disangka, 6 Artis Terkenal Ini Memiliki Garis Keturunan Pahlawan Nasional

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka dalam sesi tanya jawab yang berlangsung hangat. Seorang pelaku usaha kuliner mengaku, materi yang diperoleh malam itu membuka pandangannya tentang potensi penjualan secara daring. “Selama ini saya hanya mengandalkan pelanggan sekitar. Setelah ini, saya ingin mencoba jualan di marketplace,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal gerakan literasi digital di kalangan pelaku UMKM Sentul. Dengan pengetahuan yang tepat, produk lokal tak hanya bersaing di pasar tradisional, tetapi juga mampu menembus pasar regional bahkan nasional.

Bagi Unisba Blitar, keberhasilan program ini adalah cerminan dari misi pendidikan yang tak berhenti di ruang kuliah. Melalui KKN, mahasiswa dilatih untuk menjadi agen perubahan yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat.

Malam itu, kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan warga Sentul menyisakan optimisme. Di akhir acara, seluruh peserta dan panitia berfoto bersama sebagai pengabadian momen yang bukan sekadar dokumentasi, melainkan simbol kemauan bersama untuk bergerak maju di era digital.


Topik

Pendidikan, Unisba, unisba blitar, universitas balitar, Mahasiswa Unisba, KKN Unisba,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette