Ongkos Jalan Banjari Pragaan Fair 2025 Tak Dibayar, Taruna Budaya Sumenep Kritik Panitia
Reporter
Romzul Fannani
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
16 - Aug - 2025, 01:46
JATIMTIMES – Di tengah simpang-siur keterangan dari panitia, grup banjari yang dijanjikan ongkos jalan saat gelaran Pragaan Fair 2025 dan Parade Tong-tong Serek hingga kini belum menerima.
Untuk diketahui, data ini diperoleh dari sumber internal yang enggan dicantumkan namanya. Kata dia, saat rapat perdana atau sebelum acara tersebut seseorang bernama Bahris selaku sekretaris kegiatan mengatakan, akan memberikan ongkos jalan pada grup banjari yang tampil.
Baca Juga : Tak Disangka, 6 Artis Terkenal Ini Memiliki Garis Keturunan Pahlawan Nasional
Bahkan, Bahris tak segan menyebut jumlah nominal yang akan diberikan. “Antara Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu,” ujar salah satu panitia yang hadir dalam rapat, dan meminta namanya tidak disebut, saat dihubungi, Rabu (13/08/2025).
Pernyataan itu bersebarangan dengan pesan yang diteruskan kepada media jatimtimes.com oleh seseorang yang juga meminta namanya disembunyikan. Dalam pesan itu terdapat panitia mengatakan, pihaknya tidak berniat untuk memberikan ongkos kepada penampil. Sebab, hal itu didasarkan pada gelaran Pragaan Fair 2025 dan Parade Tong-tong Serek sebelumnya.
“Sadajah gerakan pertunjukan kesenian rakyat untuk HUT (Semua pertunjukan kesenian rakyat untuk memeriahkan HUT)” jelasnya.
Dalam pesan tersebut, juga terdapat pengungkapan bahwa acara yang digadang sebagai pendorong ekonomi ini meninggalkan hutang yang cukup besar.
“Terakhir hutang Pragaan Fair Panitia masih sekitar 9 juta,” lanjutnya dalam pesan tersebut.
Guna mendapatkan konfirmasi, media ini telah mengirim pesan Whatsapp kepada Bahris pihak yang disebubut dalam pemberitaan. Namun, hingga berita ini dinaikkan yang bersangkutan belum memberikan respon.
Nada keras datang dari Abd. Hannan salah satu pengurus Taruna Budaya Sumenep. Ia menilai kegiatan ini lemah dalam hal komunikasi antarpanitia.“Dari simpang-siurnya ini terlihat, mereka tidak serius menggelar acara,” tegas Hannan, pada Jumat (15/08/2025).
Alih-alih menjadi memberikan ongkos jalan, lanjut Hannan, jika acara tersebut justru meninggalkan hutang yang cukup besar.
“Sekarang yang perlu dipikirkan, bagaimana panitia untuk menjawab pertanyaan dari yang tampil dan dijanjikan ongkos jalan,” katanya.
Selain itu, ia mendesak panitia agar lebih transparan dalam memberikan informasi, khususnya anggaran, agar penampil mendapat kejelasan.
