Tim Penilai Pusat Kabupaten Kota Sehat Tingkat Nasional Apresiasi Inovasi Pemkab Banyuwangi
Reporter
Nurhadi Joyo
Editor
A Yahya
11 - Aug - 2025, 07:56
JATIMTIMES– Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang terpilih dalam penilaian Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Nasional pada tahun 2025 yang saat ini memasuki tahap verifikasi lanjutan.
Dalam kegiatan yang digelar secara virtual tersebut Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan sembilan tatanan Kabupaten Sehat di hadapan tim penilai KKS pusat di Aula Rempeg Jogopati Pemkab Banyuwangi pada Senin (11/8/2025)
Baca Juga : Meski Jumlah Atlet Minim, Kota Malang Sumbang 2 Emas untuk Jatim di Fornas
Verifikasi lanjutan ini menjadi tahap penting dalam penilaian penghargaan Swasti Saba Wistara, predikat tertinggi bagi daerah yang berhasil menciptakan kondisi daerah yang bersih, nyaman, aman dan sehat.
Kegiatan verifikasi lanjutan tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Verifikasi KKS Pusat, Anugerah, dan diikuti berbagai unsur, antara lain; tim pembina KKS Provinsi Jatim, Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, Plh. Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo, Ketua Forum Banyuwangi Sehat, Soekardjo dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi, Anna Mujiono, serta segenap OPD terkait.
Dalam paparannya, Bupati Ipuk antara lain menjelaskan Kabupaten Banyuwangi telah lima kali meraih penghargaan sebagai Kabupaten Sehat Tingkat Nasional. Dua kali di antaranya (tahun 2019 dan 2021), Banyuwangi berhasil meraih predikat tertinggi sebagai Kabupaten Sehat Swasti Saba Wistara. "Tahun ini kita targetkan bisa kembali meraih Swasti Saba Wistara," ujar Ipuk.
Oleh karena itu, Pemkab Banyuwangi terus melakukan berbagai inovasi, terutama pada 9 tatanan yang menjadi kunci terwujudnya kabupaten sehat.
Sembilan tatanan tersebut meliputi: Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri; Permukiman dan Fasilitas Umum; Satuan Pendidikan; Tatanan Pasar; Perkantoran dan Perindustrian; Lalu Lintas; Pariwisata; Perlindungan Sosial; serta Penanggulangan Bencana.
Bupati Ipuk memaparkan berbagai inovasi yang digulirkan Pemkab Banyuwangi pada setiap tatanan tersebut. Misalnya, pada tatanan Masyarakat Sehat Mandiri, pemkab berupaya mengubah paradigma masyarakat “sakit” ke “sehat” melalui Mall Orang Sehat.
“Kami mendorong masyarakat untuk ke puskesmas tidak hanya saat sakit. Saat sehat pun mereka bisa berkonsultasi masalah kesehatannya ke puskesmas. Sehingga jika ada potensi sakit bisa segera diantisipasi,” terang Ipuk.
Selain itu, Banyuwangi juga membuat program Puskesmas Asuhan Spesialistik (PAS) yang melibatkan 38 dokter spesialis Obgyn dan dokter spesialis anak untuk mengampu puskesmas.“Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas SDM di puskesmas. Dengan demikian pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi di Puskemas juga semakin berkualitas,” tambah Bupati Kelahiran Magelang tersebut.
Baca Juga : CubeBot, Robot Edukasi Karya Mahasiswa Asal Malang untuk Redam Kecanduan Gadget Anak
Program pendampingan tersebut juga diharapkan mampu menguatkan jejaring antar fasilitas layanan kesehatan dari hulu hingga hilir.
Pada tatanan Pasar Sehat, pemkab Banyuwangi juga banyak membuat inovasi. Salah satunya, melakukan pembatasan pendirian pasar modern baru berjejaring. Hal ini bertujuan untuk menjaga keberadaan toko kelontong dan pasar tradisional yang ada.
Berbagai inovasi Banyuwangi yang dipaparkan mendapatkan apresiasi positif dari tim verifikasi pusat. Tim verifikator juga mengapresiasi semangat dan komitmen Pemkab Banyuwangi dalam membangun kabupaten yang sehat.
“Sinergi lintas sektornya sangat kuat. Semoga kerja keras semuanya bisa membawa Banyuwangi meraih predikat Swasti Saba Wistara,”ujar Ketua Tim Verifikasi Pusat, Anugerah.
Dalam pelaksanaan proses verifikasi tersebut, tim pusat juga memberikan sejumlah masukan terhadap kelengkapan dokumen pelaporan.
