Rangkaian Event Besar di Bulan Agustus, Kota Batu Hadapi Tantangan Penanganan Sampah Karnaval
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Yunan Helmy
11 - Aug - 2025, 04:55
JATIMTIMES - Banyaknya kegiatan atau event menyambut bulan kemerdekaan pada Agustus 2025 menjadi tantangan tersendiri di Kota Wisata Batu. Salah satunya penanganan sampah dalam jumlah besar dari berbagai event.
Untuk menghadapi itu, Pemkot Batu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyiapkan strategi, mulai petugas perbantuan hingga penegasan beberapa ketentuan penyelenggaraan.
Baca Juga : Akun SSCASN 2025 Sudah Aktif, Formasi CPNS 2025 Dibuka Agustus? Ini Penjelasannya
Kepala DLH Kota Batu Dian Fachroni mengakui tantangan pengelolaan kebersihan kota, terutama pada saat penyelenggaraan acara besar, ialah meningkatnya volume sampah secara signifikan.
"Pada gelaran Bantengan Nuswantoro misalnya, volume sampah yang terkumpul mencapai 5,2 ton. Sebagian besar berupa plastik. Pembuangan ke TPA memerlukan waktu hingga empat hari," jelasnya saat ditemui, belum lama ini.
Dian juga menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan kebutuhan tim operasional petugas kebersihan dengan catatan sesuai ketentuan dan hal-hal yang disyaratkan DLH ke siapa pun pihak yang menyelenggarakan event.
Dikatakan, para petugas kebersihan bekerja seperti biasa dalam sistem shift 24 jam untuk memastikan ruas-ruas protokol di Kota Batu tetap bersih. Karena itu, kerja sama dengan masyarakat juga menjadi kunci penting.
Syarat yang diberikan yakni pihak desa, atau dari penyelenggara, menyampaikan permohonan bantuan petigas kebersihan kepada DLH. Permohonan itu harus disampaikan jauh hari untuk mengantisipasi dan mempersiapkan tenaga yang ditugaskan dan mengatur waktu kerja yang dialihkan pada event seperti karnaval.
"Yang jelas panitia harus menyiapkan tim khusus internal untuk kebersihan. Selanjutnya tim kami diperbantukan sesuai pembagian," kata Dian.
Baca Juga : 1.402 Personel Dikerahkan Amankan Laga Arema FC vs PSBS Biak
Dikatakan, sampah pada event skala desa dan kelurahan akan ditangani tempat pengolahan sampah reduce reuse recycle (TPS3R) masing-masing. Sedangkan di tingkat kota, akan ditangani tempat pembuangan akhir (TPA). Pihak penyelenggara juga bisa menggunakan jasa pihak ketiga asal dapat dipertanggungjawabkan pengolahannya.
Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, DLH berharap pengelolaan sampah di Kota Batu bisa berjalan lebih efisien, terutama saat momentum yang berpotensi menghasilkan sampah dalam jumlah besar.
"Kami terus melakukan edukasi juga agar masyarakat bisa ikut menjaga kebersihan, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan membawa pulang sampahnya sendiri setelah menghadiri acara," ungkapnya.
