Pragaan Fair 2025 Sepi, Pungutan Stand dan Nasib UMKM Jadi Sorotan
Reporter
Romzul Fannani
Editor
Dede Nana
09 - Aug - 2025, 07:29
JATIMTIMES – Gelaran Pragaan Fair 2025 mulai sepi pengunjung. Tak hanya di kalangan pedagang, kondisi tersebut juga menjadi perbincangan hangat di meja aparatur desa. Sebab, pungutan yang hampir mencapai Rp 50 juta bersumber dari biaya stand UMKM yang didelegasikan oleh desa.
Didasarkan pada ungkapan salah seorang aparatur desa yang enggan disebutkan namanya, pihaknya sangat menyayangkan acara yang digadang sebagai tajuk pertumbuhan ekonomi lokal ini.
“Biaya yang kami keluarkan untuk stand tak main-main,” ungkapnya.
Baca Juga : Bedah Kurikulum PG-PAUD Unikama: Dari Malang Sentuh Isu Nasional Pendidikan Anak Usia Dini
Melaui pesan WhatsApp kepada media ini pada Kamis (7/8/2025), salah satu pelapak mengatakan, “Selain Desa Jaddung, dari desa lain juga ada yang sudah tutup. Cuma saya lupa dari desa apa” ungkapnya dan meminta identitasnya tidak disebutkan.
Kondisi ini juga menjadi topik hangat di kalangan pedagang yang masih tergabung dalam kegiatan, karena dapat berdampak langsung pada pendapatan mereka. “Semua pedagang mengeluh,” sanggahnya.
Hal itu diperkuat setelah adanya pesan WhatsApp dari non delegasi ke media ini yang menunjukkan total omzet selama 13 malam hanya mencapai Rp 331.000, dengan rata-rata pendapatan per malam sekitar Rp 27.583.
“Dimma ollea se epamajere stan ko’? (Dari mana saya harus mendapatkan biaya sewa stand),” ucap pedagang lainnya yang juga berada di barisan tengah.
Saat dikonfirmasi, Badrul Akhmadi, yang disebut sebagai Ketua Ad Hoc pelaksana pada kegiatan tersebut membenarkan biaya stand UMKM yang hampir mencapai Rp 50 juta hasil penarikan dari delegasi desa, perorangan dan/atau pemilik Event Organizer (EO).
Baca Juga : Persib Bungkam Semen Padang 2-0 di Laga Perdana Liga 1 2025/2026
Selain itu, ia juga menyinggung soal sumbangan yang ditarik dari desa, pengusaha swasta dan lembaga pendidikan yang jumlahnya bervariasi. Kata dia, dana tersebut juga dianggarkan pada rentetan kegiatan HUT RI Ke-80 yang lainnya, seperti karnaval kecamatan dan gerak jalan.
“Kalau cuma Pragaan Fair saja, untung besar kita, Tapi kenyataannya uang sekarang tidak ada di tangan saya,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).
Lebih lanjut, Badrul mengklarifikasi soal temuan stand yang tutup. Baginya, pengadaan giat tersebut sebagai bentuk upaya mendorong UMKM lokal. Namun, ia juga tidak mempersoalkan jika ada peserta yang mundur dari stand.
“Kalau mundur dari stand, apa masalahnya?” tandasnya.
