Studi Terbaru: Jalan Cepat Turunkan Risiko Kematian hingga 20 Persen

Reporter

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

08 - Aug - 2025, 09:27

Sejumlah orang tengah berolahraga lari. (Foto: Pinterest)


JATIMTIMES - Studi menarik baru saja diterbitkan di American Journal of Preventive Medicine. Studi ini menganalisis jalan cepat dan jalan santai kepada 85 ribu orang dewasa di Amerika Serikat selama periode rata-rata 17 tahun.

Hasilnya, penelitian yang dipimpin oleh para ahli dari Vanderbilt University tersebut menemukan berjalan cepat lebih memberikan dampak baik pada kesehatan jantung  dibandingkan dengan berjalan lambat dalam waktu lama. Ya jalan cepat selama 15 menit setiap hari menurunkan risiko kematian total hingga 19 sampai 20 persen, terutama dari penyakit kardiovaskular.

Baca Juga : Lilik DPRD Jatim: Masyarakat Lapisan Bawah Harus Merasakan Manfaat Pertumbuhan Ekonomi

Efek ini jauh lebih signifikan daripada jalan santai yang dilakukan lebih dari tiga jam sehari.

Studi menarik ini diulas Ilmuwan muda Felix Zuhendri Phd. “Studi terbaru ini sangat-sangat menarik mereka membandingkan pada 85 ribu orang,” ujar Felix.

Studi ini juga dianggap penting karena menyertakan kelompok masyarakat yang sering diabaikan dalam riset sejenis, yakni individu dari kalangan ekonomi rendah dan berkulit hitam yang tinggal di lingkungan dengan keterbatasan akses fasilitas berjalan kaki yang aman.

“Jadi, mereka itu nemuin penurunan kematian prematur sebesar 20 persen pada orang yang jalan cepat setiap hari cuman 15 menit doang,” imbuh Felix, Junat (8/8/2025).

Berbeda dengan yang didapati jalan santai meskipun lebih lama, yakni 3 jam. Mereka yang jalan santai penurunan kematian prematur hanya empat persen.

“Nah, jadi ini-lah yang selalu saya bilang. Kalau teman-teman olahraga, terutama yang punya orang tua walaupun mereka itu cuma olahraga jalan doang, suruh mereka itu increase space-nya agak cepat gitu,” tambah Felix.

Baca Juga : Kemenko PM Targetkan PMI Berkeahlian Tinggi, Dorong Perempuan Tembus Pasar Global

Jalan cepat membantu memperkuat jantung, meningkatkan efisiensi pemompaan darah, dan meningkatkan kapasitas paru-paru serta mengurangi risiko kematian dini, terutama akibat penyakit kardiovaskular. 

“Mengelola faktor risiko kardiovaskular dengan jalan cepat membantu mengendalikan tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah,” tegas Felix.

Selain itu, jalan cepat  membakar lebih banyak kalori dibandingkan jalan santai. Kemudian juga membantu menjaga berat badan ideal.

“Semakin lama, semakin intens jalan cepat, badan kita itu makin lama makin kuat. Sistem kita itu jadi lebih kuat,” tutup Felix.
 


Topik

Kesehatan, Jalan cepat, kesehatan, panjang umur, jantung sehat,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette