Lilik DPRD Jatim: Masyarakat Lapisan Bawah Harus Merasakan Manfaat Pertumbuhan Ekonomi
Reporter
Muhammad Choirul Anwar
Editor
Yunan Helmy
08 - Aug - 2025, 08:33
JATIMTIMES - Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur (Jatim) Lilik Hendarwati buka suara terkait pertumbuhan ekonomi Jatim pada triwulan II-2025. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut harus diimbangi dengan pemerataan ekonomi masyarakat.
Lilik menyoroti fakta bahwa meski ekonomi tumbuh positif, Jatim tetap menanggung jumlah penduduk miskin terbesar secara nasional karena populasi yang besar. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus benar-benar berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup warga, terutama kelompok rentan dan miskin.
Baca Juga : Angkat Ekraf Subsektor Film, Disparta Kota Batu Gencarkan Event Berskala Nasional-Internasional
“Ini bukan semata soal angka statistik. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat di lapisan bawah benar-benar merasakan manfaat dari pertumbuhan ini,” ujar Lilik Hendarwati, Jumat (8/8/2025).
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatat, ekonomi Jatim pada triwulan II-2025 terhadap triwulan II-2024 meningkat sebesar 5,23 persen (y-on-y). Adapun ekonomi Jatim semester I-2025 terhadap semester I-2024 (c-to-c) mengalami pertumbuhan sebesar 5,12 persen.
Sedangkan dari triwulan II-2025 terhadap triwulan I-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 3,09 persen (q-to-q). Capaian tersebut menjadikan Jatim sebagai provinsi dengan pertumbuhan tertinggi secara q-to-q. Ekonomi Jatim juga memberikan kontribusi 25,36 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Pulau Jawa.
“Kita patut memberikan apresiasi kepada Ibu Gubernur dan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas capaian ini. Namun, kita juga harus sadar bahwa tantangan besar masih ada, terutama dalam menurunkan angka kemiskinan secara merata dan menyeluruh,” tegas Lilik,
Ia pun mengajak semua pihak untuk mengawal serius upaya pengentasan kemiskinan. Meski mencatat kinerja ekonomi impresif, Lilik menegaskan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor, baik di level provinsi, kabupaten/kota, hingga masyarakat sipil.
Baca Juga : Tumbuh 5,23 Persen, Ekonomi Jatim Sumbang 25,36 Persen PDRB Pulau Jawa
“Saya percaya, dengan sinergi yang lebih kuat, strategi yang lebih tajam dan berbasis data, serta keberpihakan anggaran yang semakin efektif, kita bisa mempercepat penurunan kemiskinan, bukan hanya dalam angka, tapi juga dalam kualitas hidup masyarakat miskin,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya intervensi pada sektor fundamental seperti pendidikan, kesehatan, akses pekerjaan layak, dan pemberdayaan ekonomi keluarga.
“Monggo kita kawal bersama. Pertumbuhan ekonomi ini harus menjadi jembatan menuju kesejahteraan yang merata,” pungkas Lilik.
